KlikSADANA.com

We serve to UNLEASH your potential…!

  • Jul 28

     

    Apa kebetulan yah? Bila pada 25 Juli 2009 lalu aku diperkenankan lebih serius belajar dari para begawan Administrasi bisnis di Universitas Indonesia dan 28 Juli ini aku gabung di Indonesia ICT Award 2009 belajar dari begawan muda Y Generation: Tika Banget, itu pasti bukan kebetulan.

    Semoga aku dapat belajar banyak di sini tentang "Ranjau-ranjau Dunia Blog"

    Aku dapat informasi sederhana tentang "copy and paste" yang ternyata tindak "kriminal", hoax, pencemaran nama baik "kasus Prita" (defammation), penghinaan agama "kartun Nabi",

     

  • Filed under Uncategorized
    Mar 6
  • Mar 2
             Apa inti dari manajemen? Banyak orang yang menjawabnya sebagai Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC). Jawaban ini benar sepanjang kita melihat dari prosesnya. Ilmu manajemen diperlukan ketika seseorang ingin melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukannya sendiri. Maka benar bahwa pengertian manajemen adalah mencapai sesuatu melalui orang lain. Dengan demikian, kata kuncinya adalah orang lain. Orang yang bisa menyerahkan pekerjaan kepada orang lain sehingga bisa diselesaikan sesuai dengan diinginkannya itulah manajer. Maka manajer yang efektif adalah manajer yang bisa mendelegasikan pekerjaannya. Jadi, inti manajemen adalah delegasi.
               Delegasi merupakan teknik yang harus dikuasai oleh setiap orang di perusahaan yang memiliki anak buah. Baik itu direktur utama, presiden direktur, kepala bagian, kepala seksi, ataupun mandor dan supervisor. Untuk apa mereka memiliki anak buah kalau semua pekerjaannya ditangani sendiri? Harapannya dengan menguasai teknik delegasi secara efektif, semua tugas yang dibebankan kepadanya bisa diselesaikan dengan baik. Bawahan merasa dihargai dan dikembangkan. Dengan demikian tercipta suasana kerja yang menyenangkan dan menguntungkan bagi perusahaan, anak buah, maupun atasan.
          Seorang pemimpin adalah seorang atasan dalam hal kedudukannya dalam suatu organisasi. Kekuasaan dari kedudukan tersebut memberi hak seorang pemimpin/manajer untuk memerintah. Namun di samping memerintah tugas yang paling penting ialah membina anak buahnya untuk dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Jadi tugas seorang pemimpin adalah memimpin, bukan untuk mengerjakan sendiri tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk itu perlu adanya pendelegasian pekerajan kepada bawahan walau hasil akhir dari tugas tersebut tetap menjadi tanggung jawab pimpinan. Dengan pendelegasian tugas maka pimpinan mempunyai banyak waktu untuk memenuhi tanggung jawabnya serta dapat mengembangkan ketrampilannya, sehingga akan lebih berfungsi bagi perusahaan.
          Pelaksanaan delegasi memberikan peluang kepada karyawan untuk mengembangkan ketrampilan dan kemampuannya dalam mengambil keputusan. Hal ini untuk mempersiapkan mereka baagi pengembangannya lebih lanjut, karena tidak ada pendidikan diluar kerja yang dapat mengembangkan seorang karyawan secara lebih cepat dan praktis selain pengalaman langsung. Banyak pimpinan yang enggan mendelegasikan tugasnya kepada bawahan dengan beberapa alasan yang kadang tidak bisa dibenarkan misalnya: “Tidak ada waktu untuk melaksanakan delegasi” atau “saya bisa mengerjakannya sendiri”.
             Di dalam mempersiapkan pelaksanaan delegasi, pimpinan harus dapat terlebih dahulu mengkaij kegiatannya sehari-hari dan mengurangi pekerjaan-pekerjaan yang memboroskan waktu. Dengan demikian pimpinan dapat mempunyai waktu untuk melaksanakan pendelegasian. Bagian yang paling sukar dalam pelaksanaan pendelegasian ialah menyerahkan pekerajan, karena walau kita percaya bawahan dapat melaksanakan tugas yang diberikan, namun kadang-kadang pimpinan masih ingin terlihat dalam proses pengambilan keputusan. Padahal cara yang terbaik dalam pendelegasian ialah dengan membiarkan karyawan yang ditugaskan untuk memberikan keputusan atas tugas-tugas yang didelegasikan disamping tetap memberikan pembinaan bila hasil/keputusannya kurang benar.
              Manajemen merupakan usaha kelompok, jadi tidak ada pimpinan/manajer yang dapat bekerja sendiri secara efektif. Sebagai seorang bawahan harus mempelajari sebanyak mungkin pekerjaan atasan sehingga dapat menyarankan adanya pendelegasian tugas yang dapat membuat atasan dapat mengerjakan pekerjaan yang lebih penting yang memungkinkan dapat dipromosikan, dan pada gilirannya membuka jalan untuk promosi bawahan itu sendiri. Tanpa pelaksanaan delegasi suatu perusahaan tidak akan maju karena perusahaan yang organisasinya kuat itu yang akan maju dan keberhasilan suatu organisasi terletak kepada pimpinan.
    1. Kepemimpinan dan Delegasi
    2. Mengapa Para Manajer Tidak Melaksanakan Delegasi?
    3. Menganalisis Keterampilan Delegasi
    4. Memilih Orang yang Tepat
    5. Mempersiapkan Pelaksanaan Delegasi
    6. Menyediakan Waktu untuk Melaksanakan Delegasi
    7. Proses Pelaksaanaan Delegasi
    8. Menyerahkan Pekerjaan kepada Orang Lain
    9. Berbagai Pedoman untuk Pelaksanaan Delegasi
    10. Memonitor Penugasan
    11. Mengendalikan Kinerja
    12. Mengembangkan Karyawan
    13. Nasihat Bagi yang Diserahi Delegasi
    14. Delegasi atau Mandeg

    I. KEPEMIMPINAN DAN DELEGASI
    a. Pemimpin
     Kepemimpinan bukanlah suatu proses untuk mencapai hal-hal yang besar oleh diri kita, dan dengan demikian kita memperoleh penghormatan dari para karyawan. Sebaliknya, kepemimpinan, adalah suatu proses untuk mencapai hal-hal yang besar melalui para karyawan kita,dan dengan cara demikian menaikkan pula rasa harga diri mereka. Kepemimpinan juga tidak hanya berarti mengembangkan keterampilan karyawan melalui pelaksanaan delegasi.
     Seorang pemimpin harus dapat mengidentifikasikan kemampuan khusus seorang karyawan dan memanfaatkannya. Pemimpin juga harus dapat mengidentifikasikan kelemahan dan keterbatasan para karyawan, serta bersedia membantu mereka untuk mengawasinya. Para manager yang hanya memprioritaskan pengembangan keterampilan dan kemampuan diri mereka sendiri serta mengabaikan kebutuhan para karyawan, bukanlah pemimpin yang efektif. Harus disadari bahwa kadang-kadang seorang pemimpin bukanlah seorang atasan. Pemimpin hendaknya jangan menganggap dirinya sebagai atasan dalam hal sikap, tetapi hanya dalam hal kedudukannya di dalam hierarki organisasi. Kekuasaan karena kedudukan tersebut memberikan hak bagi seorang manajer untuk memerintah, namun adanya perhatian dan penghormatan orang lain terhadap dirinya yang menyebabkan perintah tersebut dilaksanakan secara efektif. Tugas seorang pemimpin ialah secara terus-menerus membina orang-orang yang berada dibawah pimpinannya sedemikian rupa sehingga akhirnya mereka dapat menyelesaikan tugas dengan lebih baik dibandingkan bila diselesaikan si pemimpin sendiri.
     Bagi manajer, hal itu memerlukan suatu perubahan dalam falsafah kerja mereka. Kita akui saja, kecenderungan kita pada umumnya adalah untuk membuat diri kita sendiri kelihatan hebat,bukan orang lain. Namun, seorang pemimpin yang efektif mempunyai tujuan untuk membuat karyawannya kelihatan lebih baik. Pada kenyataannya,memang benar bahwa semakin baik prestasi para karyawan Anda, maka semakin baik pula prestasi Anda.
     Untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif diperlukan kepercayaan diri. Sangat sering terjadi seorang pemimpin harus bersedia menerima titipan kesalahan untuk pekerjaan yang dilaksanakan dengan buruk,padahal yang mengerjakannya orang lain. Sering juga diperlukan kepercayaan diri untuk menyampaikan pujian kepada karyawan anda,padahal sebetulnya anda sangat tergoda utuk menyerap pujian tersebut bagi diri sendiri. Jadi, sekarang anda sadar bahwa tugas pemimpin adalah memimpin, bukan untuk mengerjakan sendiri tugas-tugas yang ada. Pemimpin dinilai berdasarkan caranya memimpin dengan baik. Kepemimpinan berarti mencapai hal-hal besar dengan cara terus-menerus mengembangkan keterampilan dan kemampuan orang-orang yang dipimpin.

    b. Delegasi
     Masalah yang biasa timbul dengan delegasi ialah kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengidentifikasikannya, tetapi kita tidak cukup mempunyai waktu untuk melaksanakannya. Padahal kita tidak cukup mengatakan bahwa delegasi adalah proses penyerahan pekerjaan pada bawahan. Kata kuncinya adalah proses yang dibahas dalam buku ini adalah proses pelaksanaan delegasi. Pekerjaan yang diserahkan adalah pekerjaan yang berada di dalam bidang tanggung jawab seorang manajer. Kalau tidak, ia tidak akan berada di dalam kedudukan untuk melaksanakan delegasi tersebut. Walaupun dengan melaksanakan delegasi tersebut manajer menganggap bahwa si bawahan bertanggung jawab atas hasilnya, namun tanggung jawab terakhir masih terletak pada manajer itu, yang pada gilirannya ia tetap akan di anggap bertanggung gugat oleh atasan yang lebih tinggi.
     Di dalam pembahasan buku ini, istilah pekerjaan/tugas yang di delegasikan dan penugasan pada intinya dianggap sebagai hal yang sama, hanya dengan perbedaan sebagai berikut: penugasan tidak begitu banyak menyita waktu seorang karyawan, tidak memerlukan begitu banyak pelatihan, dan kepada karyawan tersebut tidak banyak diberikan wewenang (barangkali malah sama sekali tidak di beri wewenang) 
    Sebagai seorang manajer, berapa banyak wewenang yang dapat anda delegasikan kepada supervisor ? jawabannya adalah sebanyak yang diperlukan untuk melaksanakan tanggung jawab bagi tugas-tugas yang harus di laksanakan. Memberikan atau mendelegasikan tanggung jawab tanpa wewenang yang diperlukan, sama sekali bukan merupakan pelaksanaan delegasi, karena dengan demikian tugas-tugas yang ada tidak akan dapat di laksanakan. Anda tidak dapat meminta seorang supervisor atau manajer bertanggung jawab atas pengoperasian suatu pabrik secara efisien tanpa memberinya wewenang untuk mencari atau memecat karyawan, mengubah metode kerja yang dipakai, dan wewenang dalam hal pemakaian uang. Anda tidak dapat meminta seseorang bertanggung jawab atas perbaikan sebuah penerbitan berkala tanpa memberinya wewenang untuk memilih warna kertas, jenis huruf, dan mengubah tata letak.

    c. Manfaat Delegasi
     Melaksanakan delegasi tidaklah mudah. Pelaksanaan delegasi memerlukan waktu, upaya dan motivasi. Jika anda tidak yakin akan adanya manfaat dalam pelaksanaan delegasi, anda tidak akan termotivasi untuk melaksanakannya. Berikut ini adalah beberapa keuntungan besar yang dapat dipertimbangkan :

    1. Memiliki lebih banyak waktu untuk melaksanakan fungsi manajerialOleh para manajer seharusnya menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf, pengarahan, pengendalian dan inofasi. Namun sebaliknya, tanpa adanya delegasi mereka akan terperangkap kedalam berbagai pekerjaan yang remeh, mengatasi kesulitan-kesulitan, menanggapi gangguan, dan memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.
    2. Meringankan tekanan                                                                                                                                                         Kebanyakan manajer berorientasi kepada tindakan-tindakan (action oriented). Mereka lebih senang berada ditengah kegiatan, lebihsenang bertindak ketimbang mengawasi. Tidak adanya pelaksanaan delegasi menyebabkan kecendrungan tersebut tidak dapat di kndalikan.
    3. Mengembangkan manusia                                                                                                                                          Pelaksanaan delegasi juga memungkinkan mereka untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar secara perlahan-lahan dalam lingkungan yang penuh pengertian, untuk mempersiapkan mereka bagi perkembangan lebih lanjut. Pelaksanaan delegasi mendorong mereka untuk lebih kreatif dan menggunakan bakat yang mereka miliki untuk mmpraktekkan keterampilan dalam menyelesaikan persoalan. 
    4. Menciptakan suasana penuh motivasi                                                                                                                                Motivasi hanyalah membantu orang lain untuk meraih apa yang dapat mereka capai. Kaena pelaksanaan delegasi memerlukan pengetahuan tentang tujuan, kemampuan, dan keinginan pribadi karyawan, maka akan lebih baik jika manajer dapat memberikan peluang kepada para individu untuk menonjol dalam bidang yang sesuai dengan kemampuan mereka khususnya.

    II. MENGAPA PARA MANAJER TIDAK MELAKSANAKAN DELEGASI

    1. Indikator Tidak Efektifnya Delegasi                                                                                                                                          Dengan melaksanakan delegasi yang efektif akan ada waktu yang dihemat. Pelaksanaan delegasi tersebut akan menyebabkan anda dapat memusatkan perhatian kepada berbagai kegiatan yang penting dan berarti. Sayang sekali, ada orang yang mengira bahwa mereka melaksanakan delegasi, padahal sebenarnya mereka hanya memberikan tugas kepada bawahannya. Beberapa orang sebetulnya hanya melimpahkan pekerjaannya kepada bawahan tanpa adanya pelatihan ataupun tindaklanjutnya.
    2. Sindrom Pekerjaan Sendiri                                                                                                                                           Mengerjakan sendiri sebagai hal jarang bisa dibenarkan, kecuali jika hal itu sesuai dengan tuntutan anda sendiri. Jika anda seorang manajer, dengan bebefapa anak buah yang bertanggung jawab kepada anda adalah menjadi tugas anda untuk mendelegasikan sebanyak mungkin pekerjaan. Dengan asumsi bahwa anda menerima gaji yang lebih tinggi ketimbang bawahan anda benar-benar tidak dapat bekerja sendiri. Tugas seorang manajer adalah menyelesaikan pekerjaannya melalui orang lain, bukan untuk mengerjakannya sendiri. Jika pelaksanaan delegasi merupakan suatu cara yang begitu ideal untuk mengembangkan bawahan dan membebaskan manajer untuk dapat mengerjakan hal-hal yang mempunyai prioritas yang lebih tinggi, lalu mengapa orang begitu enggan melaksanakan delegasi? Berikut ini disampaikan beberapa alasan yang bisa dikemukakan, dan satu atau dua komentar yang dapat mengungkapkan bahwa alasan tersebut tidak benar.
    3. Tidak Ada Waktu Untuk Melaksanakan Delegasi                                                                                                                         Itu merupakan suatu alasan yang biasa, karena pelaksanaan delegasi memerlukan pelatihan dan pelatihan tersebut memerlukan waktu. Jauh lebih cepat untuk mengerjakan sendiri suatu pekerjaan ketimbang melatih orang lain untuk mengerjakannya. Hal tersebut dapat dimengerti jika pekerjaan itu hanya dilakukan sekali seumur hidup.
    4. Saya Bisa Mengerjakannya Lebih Baik Ketimbang Orang Lain.                                                                                        Tentu saja begitu: bagaimanapun juga lihat saja beberapa sering anda mengerjakannya? Namun dengan pelatihan dan pengalaman, bawahan anda dapat melakukannya dengan baik. Mungkin pada awalnya anda menganggap penyelesaiannya kurang sempurna. Dalam hal demikian bandingkanlah pekerjaan yang telah mereka lakukan tersebut dengan pekerjaan anda lakukan saat anda memulai pekerjaan bertahun-tahun yang lalu. Jangan membandingkannya dengan kinerja anda sekarang.
    5. Saya Senang Mengerjakannya                                                                                                                                                   Baik. Bayangkan saja betapa para karyawan anda pun akan senang mengerjakannya! Tidak ada yang dapat memberikan motivasi lebih besar selain tugas yang menantang dan menarik. Pada gilirannya, anda sendiri akan dapat mengerjakan berbagai tugas yang lebih menarik, lebih menantang, dan lebih menguntungkan.
    6. Hal Tersebut Merupakan Kebijakan Perusahaa                                                                                                                Sebuah kebijakan adalah suatu pedoman bukan suatu peraturan.
    7. Itu Sudah Menjadi Kebiasaan                                                                                                                                               Mungkin saja. Semakin sering kita mengerjakan sesuatu, hal itu akan semakin menjadi kebiasaan. Namun kebiasaan dapat dihilangkan jika anda dengan sadar berniat untuk melakukannya.
    8. Para Karyawan Tidak Mampu                                                                                                                                                 Jangan menganggap remeh mereka. Apakah pendapat anda tersebut didasarkan pada prestasi mereka saat ini ataukah pada apa yang dapat mereka lakukan setelah diberi pelatihan yang baik dan terus menerus.
    9. Para Karyawan Terlalu Sibuk Untuk Melakukan Pekerjaan Lebih                                                                                    Sudah pasti. Tetapi, mereka itu sibuk untuk apa? Apakah tidak ada pekerjaan remeh yang dapat dihapuskan tanpa adanya dampak buruk terhadap tujuan perusahaan? Para karyawan hendaknya mengerjakan tugas-tugas yang penting dan sangat perlu, bukan pekerjaan yang “baik untuk dikerjakan”.
    III. MEMPERSIAPKAN PELAKSAAN DELEGASI 

    Periksalah kegiatan Anda. Jika Anda persis seperti kebanyakan para manajer lain, maka Anda akan terlalu sibuk untuk dapat duduk dan mengklasifikasi kegiatan yang Anda lakukan. Tetapi jika Anda dapat mengkaji kegiatan tersebut maka hal itu dapat digolongkan menjadi : 

    1. Prioritas 
    Ini merupakan kegiatan terpenting yang secar alangsung berkonstribusi kepad apencapaian sasaran Anda pribadi dan sasaran perusahaan. Prioritas merupakan tugas pokok yang hany akan menghabiskan 20 persen waktu tetapi waktu menghasilkan kira-kira 80 persen daris eluruh hasil kerja anda. Kegiatan ini mencakup perencanaan, pemberian, motivasi, dan pelaksanaan evaluasi bagi karyawan, pendelegasian, petapan, sasaran, pengembangan profesional, pembaruan diri, dan pemeliharaan hubungan bisnis yang penting. Semua kegiatan yang berada dalam bidang tanggung jawab seorang manajer, seperti perencanaan, penmgorgansiasian, pengangkatan staf, pengarahan, pengendalian, pelaksanan, inovais, dna mewakili perusahaan “prioritas:. Bisanya tugas-tugas itu bersifat jangka pangjang, tidak mendesak, dna bahayanya adalah mudah ditunda bila Anda terlalu memusatkan perhatian kepada kegiatan sehari-hari yang lebih mendesak dan sebetulnya tidak begitu penting.  Kekurangefisienan para manajer biasanya disebabkan oleh tidak cukupnya waktu yang digunakan untuk kegiatan perioritas. 

    2. Kegiatan yang Memerlukan waktu
    Ini merupakan kegiatan yang relatif penting yang memang berkonstibusi terhadap pencapaian sasaran, walaupun tidak sepenting prioritas. Sebagian besar rapat, pembicaraan telepon, perjalanan dinas, korespondensi, pembuatan laporan dan bahan tertulis termasuk dalam kateorgi ini. Rapat atau laporan berkala. 
     Para manajer menghabiskan kira-kira 40 sampai 45 persen dari waktu sampai 45 persen dari wkatu mereka untuk kategori kegiatan ini. 

    3. Kegiatan Yang ingin dilakukan 
     Kegiatan semacam ini berguna, dna membuat lingkungan kerja menjadi lebih nyaman, misalnya, tidaklah terlalu perlu bahwa jendela-jendela diberishkan, arsip disusutkan, tetapi memang hal semcam itu ingin dilakukan oleh siapun. Namun demikian, kegiatan itu tidak sepenting seperti kegiatan yang memerlukan waktu, dan akibatnya tidak begitu besar jika dilaksanakan dengan tidak bergitu baik. 

    4. Kegiatan yang memboroskan waktu
     Ini merupakan kegiatan remeh dan tidak penting yang sama sekali tidak berkonstribusi kepada pencapaian sasaran pribadi atau sasaran perusahaan, kira-kira 10 sampai 15 persen pekerjaan seorang manajer dihabiskan dengan membuang-buang waktu seperti mencari barang yang salah taruh, membolak-balik kertas, mendapat gangguan, mengingat-ingat kembali karena lalai, menunda-nunda dan sebagainya, memboroskan bewaktunya. 

    III MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK MELAKSANAKAN DELEGASI 
    1. Aturlah diri sendiri 
     Pelaksanaan delegasi merupakan cara yang baik untuk meringankan beban kerja. Namun, jika Anda melaksanakan delegasi hanya kalau sedang kebanjiran pekerjaan, Anda pasti tidak akan melaksanakan dengan baik. Dalam keadaan seperti itu, anda terpaksalah melimpahkannya dengan baik. Dalam keadaan seperti itu, Anda terpaksa melimpahkan pekerjaan kepada orang lain seolah-olah karena putus asa, tanpa cukup waktu untuk membuat perencanaan dan melakukan pelatihan terlebih dahulu . Mungkin akan diperlukan lebih banyak ketimbang waktu yang diharapkan dapat dihemat melalui pelaksanaan delegasi. 

    2. Gunakan Arsip Tindak lanjut 
    Suatu sistem tidak lanjut membantu kita untuk mengatur diri sendiri. Sistem itu membantu kita menggosongkan meja dari kertas-kertas, memaksa kita menjadwalkan tugas untuk tanggal tertentu, dan mencegah kita melupakan langkah-langkah tindak lanjut serta tenggat yang sudah ditentukan. 
     Namun, sebelum membuat sistem tersebut, pastikan bahwa Anda akan tetap menggunakannya ! Bila anda meletakkan sesuatu dalam arsip tindka lanjut, maka Anda telah menjadwalkan untuk mengerjakannya pada suatu tanggal tertentu. 

    3. Pengatur Diri (Personal Organizer) 
     Saya telah mengembangkan apa yang saya namakan “pengatur diri” yang telah menjadi alat manajemen waktu yang sangat berguna. Alat itu mencatat semuanya yang terus terjadi dan terus-menerus memberitahukan kepada saya tentang apa yang harus saya kerjakan. Pesan atau nomor telepon tidak akan hilang lagi dan langkah tindak lanjut tidak akan terlupakan. 

    4. Tata Ruang Kantor 
     Orang yang sering kali saling berurusan hendaknya duduk di lokasi yang sama atau berdekatan. Pertimbangkan penggunaan berkas, rak lemari, atau penyekat ruang yang dapat dipindah-pindahkan . Ingatlah, jika stau orang menghabiskan 15 menit sehari untuk mendapatkan bahan atau bolak-balik dari dan ke meja kerjanya, itu berarrti setiap tahunnya kehilangan waktu kerja 2 minggu. Jadi,pastikanlah bahw aruang kerja Anda diatur dengan baik. 
     Dengan mengatur diri Anda, ruang kerja, berkas-berkas, dan dengan menggunakan kebiasaan kerja yang efektif, Anda akan dapat menghemat waktu setengah jam atau lebih setiap hari. 

    5. Manfaatkan wkatu sekretaris anda dengan bijaksana 
    Berdasarkan sebuah penelitian ditemukan bahwa kebanyakan sekretaris kurang dimanfaatkan dan kurang diberi motivasi. Menurut peneltitian itu, yang telah melibatkan beberapa ribu sekretaris selam ajagka wkatu 5 tahun, dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata waktu yang mereka bagi sebagai berikut : 
    37% untuk administrasi 
    25% untuk mengetik, stenografi, dan pemoresan kerja 
    19% untuk “pergi keluar” untuk keperluan apa saja 
    14% tidak ada kegiatan sama sekali 
    5% untuk urusan kantor yang bersifat pribadi dan tidak produktif seperti istirahat dan minum kopi. 
     Dari penelitian tersebut dpaat disimpulkan juga bahwa jika suatu perusahaan memerlukan seorang karyawan untuk dinas luar, maka harus direkrut orang yang khusus untuk tugas tersebut. Sementara itu, kunci untuk memperbaiki produktivitas sekretaris ialah menjadikannya sebagai bagian dari tim kotor. Ini dapat dilakukan dengan pelaksanaan delegasi karena kebanyakan sekretaris mempunyai kemampuan lebih besar ketimbang yang diperkirakan oleh atasan mereka.

    6. Aturlah Juru Tik Anda
    Apakah Anda pernah harus menegur sekretaris atau juru tik karena surat Anda belum ditik pada saat Anda memerlukannya ? itu tidak mengherankan. Kebanyakan juru tik menyimpan semua surat dalam satu map, dan sering kali mengetik surat yang paling atas tanpa memikirkan prioritas kepentingannya. 
    Pada beberapa kesempatan manajarlah yang harus bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Adalah tanggung jawab Anda untuk menuliskan tanggal penyelesaian yang diinginkan pada setiap pekerjaan pengetikan yang Anda tugaskan. 

    IV PROSES PELAKSANAAN DELEGASI 
    1. Memutuskan Apa yang harus Didelegasikan 
    Salah satu langkah utama yang harus diambil bila memutuskan apa yang harus didelegasikan ialah mengadakan suatu analisis lengkap tentang kegiatan pekerjaan. Buatlah formulie seperti diperlihatkan pada gambar 11. pada kolom sebelah kiri, tuliskan semua kegiatan yang Anda lakukan dan keputusan yang bisa diambil. Jangan sampai ada yang terlewat. Jika anda yang harus membuka pintu kantor pada pagi hari, tuliskanlah itu. Jika Anda kadang-kadang menerima telepon untuk atasan Anda, catatlah itu. 

    2. Analisis Kegiatan 
    Kemudian, untuk setiap kegiatan, perkirakanlah waktu yang diperlukan tiap bulan untuk mengerjakannya, dan catatlah angka itu pada kolom sebelah kanan. Barangkali baru untuk pertama kali inilah Anda mengetahui jumlah waktu yang Anda gunakan untuk berbagai kegiatan itu. Hal tersebut akan membuat Anda mengerti berapa biaya atau nilai kegiatan tersebut bagi Anda dan perusahaan Anda. Anda juga harus berhati-hati untuk tidak merasionalisasikan alasan mengapa Anda mempertahankan suatu pekerjaan. Jujurlah terhadap diri sendiri. Tak akan ada orang lain yang perlu melihat catatan itu.
    Pelaksanaan delegasi mencakup proses pelatihan dan pengembangan, dan semua karyawan Anda harus diikutsertakan dalam proses ini. Anda harus membuat seimbang semua beban kerja pada waktu delegasi dilaksanakan. Tidaklah praktis untuk menugaskan semuanya kepada satu orang saja. Namun, jika memang hanya terdapat satu orang yang menurut pendapat Anda mempunyai pendidikan latar belakang, dan kemampuan yang diperlukan untuk diberi pelatihan bagi tugas khusus tersebut, maka masukkanlah hanya satu itu saja. Pada awalnya pembinaan dan pelatihan memang memerlukan waktu. Tetapi jika Anda melihat hasilnya, maka investasi tersebut akan sepadan nilainya. 
    Setelah Anda tahu perkiraan jumlah waktunya, Anda harus menentukan bagaimana caranya sehingga mereka akan terbebas dari pekerjaan rutin sebanyak waktu tersebut. Ada kemungkinan bahwa waktu mereka sudah cukup tersedia, tetapi lebih besar kemungkinanya bahwa Anda harus menghilangkan, menggabungkan, atau memberikan kepada orang lain beberapa pekerjaan yang sekarang sedang mereka tangani.

    3. Mengklarifikasi Penugasan Anda
    Pada saat memberikan tugas kepada seorang karyawan, pastikan bahwa Anda telah memberikan semua informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas itu. Jangan sekali-kali beranggapan bahwa para karyawan mengerti seluruh penjelasan Anda tentang tugas itu. Walaupun sangat penting bagi Anda bahwa mereka sungguh-sungguh mengerti apa yang Anda katakan, jangan menghina dengan meminta mereka untuk mengulangi apa yang telah Anda katakan. Cara itu sudah kuno. 

    V. MENYERAHKAN PEKERJAAN KEPADA ORANG LAIN 
    Biarkan Karyawan Anda yang Memutuskan. Bagian yang paling sukar dalam pelaksanaan delegasi ialah menyerahkan pekerjaan. Walaupun kita percaya kepada seseorang dan telah menjelaskan apa yang diharapkan dari tugas itu, kita sering kali masih ingin terlibat dalam proses pengambilan keputusannya. 
     

    VI BERBAGAI PEDOMAN UNTUK  PELAKSANAAN DELEGASI 

    a. Memahami perlunya delegasi 
     Sebagai pimpinan / manajer, tugas penting yang harus diprioritaskanm ialah perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf, pemberian bimbingan, pengendalian, inovasi dan mewakili perusahaan dimana manajer bekerja, jadi seorang manajer tidak harus menghabiskan waktunya untuk menjawab surat- surat rutin, dan menerima telepon, mencari arsip dilemari atau mengikuti rapat yang berprioritas mudah. Untuk hal-hal tersebut diatas cukup disesuaikan/didelegasikan kepada anak buah. 

    Peraturan umum untuk delegasi sebagai berikut : 
    1. Kalau tidak perlu, buanglah
    2. Kalau perlu, tapi dapat dikerjakan orang lain delegasikanlah 
    3. Kalau tidak dapat didelegasikan dan sangat perlu untuk pencapaian sasaran, kerjakanlah sendiri seefektif mungkin. 

    Beberapa pedoman untuk pelaksanaan delegasi : 
    1. Kenalilah anak buah, atasan harus mengenal betul karyawan yang menjadi bawahan/anak buahnya, mengetahui motivasinya, kemampuannya, tanggung jawabnya dan kepribadiannya. 
    2. Berkomunikasi dengan baik, bila akan mendelegasikan tugas, sebaiknya dijelaskan secara gamblang, sehingga yang bersnagkutan tidak perlu bertanya-tanya, atau mengerjakan dengan salah, karena, kurang jelas hal tersebut merupakan pemberatan waktu. 
    3. Delegasi tugas yang aktif. 
    4. Jangan mendelegasikan hanya untuk tugas-tugas yang remeh, karena pelaksanaan delegasi adalah membagi pekerjaan kepada anak buah termasuk tugas penting yang sangat menonjol dan juga tugas rutin. 
    5. Meminta didelegasikan dalam waktu tertentu 
    6. Percayailah bawahan Anda, jangan selalu diawasi, dan mencampuri cara kerjanya atau menyalahkan jika mereka membuat kesalahan. Bila terjadi kesalahan sebaiknya diberikan umpan balik dalam bentuk saran terbaik dan beri kritik & keluhan. 

     VII MEMONITOR PENUGASAN 
    a. Catatan Pelaksanaan Delegasi 
     Apabila kita mendelegasikan pekerjaaan kepada anak buah, kita harus mempunyai catatan tentang tanggal kapan pekerjaan itu harus delegasi. 
     Untuk keperluan tersebut, kita perlu mebuat formulir catatan pelaksanaan delegasi yang memuat tanggal penugasan, jenis tugas, tanggal selesai dan keuangan, formulir dimaksud sangat perlu, sehingga kita tidak perlu terus menerus menanyakan kepada karyawan yang diberi tugas. Juga penting bagi kita agar tidak lupa untuk mengadakan tindak lanjut.
     Sediakanlah formulir untuk setiap orang yang diberi tugas dan gunakan formulir tersebut sebagai acuan pada waktu pernilaian prestasi. 
     Catatan pelaksanaana delegasi dapat membantu kita untuk mengetahui, apakah kita telah merata memberikan tugas kepada karyawan. Jadi tidak hanya kepada satu atau dua orang saja, karena mungkin secara tidak sadar memberikan tugas yang berlebihan kita harus memperhatikan juga kesehatan mereka. 

     
     VIII PENGENDALIAN KINERJA 
     Seorang atasan harus adil terhadap semua karyawannya, baik itu perhatian maupun pemberian tugas. Atasan harus mampu memberikan bimbingan, nasihat dan dorongan. Karyawan akan menghargai atasannya yang menaruh perhatian kepada mereka, yang terbuka dan yang percaya kepada mereka. Tunjukkan perhatiannya dulu kepada orangnya, baru kepada pekerjaannya. 
     Seorang atasan / manajer berkewajiban untuk melatih, membimbing, memebrikan motivasi, mengevaluasi, menghadiri dan memberikan ganjaran kepada karyawannya untuk mencapai kinerja untuk memuaskan. 
     Apabila ada karyawan yang membuat kesalahan, yang mereka butuhkan bukannya kritik dari atasan tetapi perlindungan. Bantulah membangun kembali rasa percaya diri, dan mintalah saran mereka tentang bagaimana mencehag kemungkinan akan terulangnya kembali kesalahan dikemudian hari. 
     Agar dapat berkarya secara memadai, mereka harus terus menerus mendapatkan umpan balik tentang bagaimana hasil pekerjaan mereka dan apapun dapat mereka lakukan untuk meningkatkan efektifitas kerja. Oleh karena itu diperlukan penilaian kerja. 
     Penilaian kerja tidak saja untuk menyiapkan jenjang pengembangan diri tetapi juga memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan kenaikan gaji. 

     
     IX MENGEMBANGKAN KARYAWAN 

    a. Komunikasi Melalui Kekuatan Yang Demiliki Karyawan 
    Akan tetapi, Anda tidak mempunyai pilihan lain. Lebih baik mempunyai karyawan yang bermotivasi tinggi dan terampil selam dua tahun, ketimbang memiliki karyawan yang sedang-sedang saja dan tidak mempunyai karyawan yang bermotivasi tinggi dan terampil saja dan tidak mempunyai motivasi selama 20 tahun!
    Namun, Anda tidak dapat benar-benar mengembangkan orang. Apa yang dapat Anda laku-kan ialah menyediakan suatu lingkungan yang mendorong mereka untuk mengembangkan diri.
    Banyak manajer mencoba merangsang semangat bawahannya dengan setiap kali membidik ke arah kelemahan mereka. Mereka menggunakan teknik “sandwich” dalam penilaian kinerja, yaitu dengan membuat seorang karyawan merasa tersanjung karena sejumlah komentar yang menyenangkan mengenai kinerjanya, baru kemudian membeberkan kekuarangan dan kelemahannya secara panjang lebar. Akhirnya, mereka menutup pembicaraan dengan beberapa komentar postif lagi mengenai kinerjanya, sang karyawan agar tidak meninggalkan kegetiran dalam hatinya setelah berakhirnya wawancara itu. 
    Sebaiknya Anda menekankan pada aspek positif kinerja karyawan tersebut; kekuatan, keterampilan yang utama, sasaran yang telah dicapai, dan potensi yang dipelihatkannya. Penekanan ini harus dipertahankan selama wawancara. Manajer sebaiknya menyadari kelemahan karyawan, namun hendaknya berkomunikasi melalui kekuatannya. Kelemahan dan kegagalan memang tidak boleh diabaikan selama wawancara itu, tetapi hal-hal tersebut akan muncul dengan sendirinya selama pembicaraan tentang kekuatan. Kebanyakan karyawan ingin memperbaiki kelemahan apapun yang tampaknya menghalangi kinerja mereka jika mereka menerima cukup pengakuan bagi prestasi mereka. 
       
    b. Motivasi Bawahan 
    Ada banyak teori tentang motivasi ketimbang jumlah manajer yang dapat mempraktekkannya, tetapi kebanyakan teori itu mempunyai beberapa persamaan : 
    • Anda tidak dapat “memotivasi” orang, mereka memotivasi diri sendiri. 
    • Perilaku selalu berorientasi pada suatu sasaran
    • Tidak ada dua orang yang memberikan reaksi yang persisi sama dalam suatu keadaan tertentu. 
    Setiap orang berbeda perilakunya dan mempunyai cita-cita yang berbeda pula, tergantung kepada faktor-faktor seperti umur, kedudukan, kepuasan kerja, situasi rumah tangga, dan status finansialnya. Kita harus menyadari bahwa orang merupakan individu yang mempunyai kebutuhan yanag berbeda, dan sama sekali tidak benar untuk memperlakukan semua orang dengan cara yang sama. Apa yang memotivasi seseorang untuk unggul mungkin tidak dapat diterima atau tidak penting bagi orang lain. 
    Faktor terpenting dalam motivasi adalah mengenali orang. Apa cita-cita pribadi mereka? Di mana tempat mereka dalam “hierarki kebutuhan “Ma slow? Apa yang penting bagi mereka ? Tidaklah realistis untuk beranggapan bajwa para karyawan tidak bermotivasi terhadap uang. 
    Supaya benar-benar mempunyai motivasi, pekerjaan seseorang (dan lingkungan kerjanya) harus dapat memberikan prestasi yang memenuhi kepuasan diri dan membantu orang itu dalam pencapaian cita-cita pribadinya. 
    Pilihlah orang dengan seksama. Pahamilah kebutuhan mereka, dan delegasinya pekerjaan yang memberikan hasil yang sesuai dengan cita-cita pribadi mereka. Berikan imbalan ekstrinsik yang cukup seperti gaji, tunjangan, pengakuan dan sebagainya untuk memuaskan kebutuhan mereka. 
    Kemudian, untuk membantu mereka.
     Pilihlah orang dengan seksama. Pahamilah kebutuhan mereka, dan delegasikan pekerjaan yang memberikan hasil yang sesuai dengan cita-cita pribadi mereka. Berikan imbalan ekstrinsik yang cukup seperti gaji, tunjangan, pengakuan dan sebagainya untuk memuaskan kebutuhan mereka. 
     Kemudian, untuk membantu mereka memberikan motivasi kepada diri sendiri, jangan ganggu mereka. Bimbinglah mereka, berikan bantuan, tetapi jangan melumpuhkan mereka. 
     
     X NASIHAT BAGI YANG DISERAHI DELEGASI 

     Pelaksanaan delegasi bukan saja menghemat waktu, tetapi juga suatu cara untuk mengembangkan orang. Tak ada cara lebih baik untuk mengembangkan kemampuan mengambil keputusan dan kemungkinan untuk dipromosikan selain menerima tanggung jawab yang lebih besar, yang disertai wewenang untuk melaksanakannya. 
     Sesungguhnya, mungkin ada pekerjaaan yang dapat anda tangani sekarang tanpa diberikan suatu pelatihan pun.  
     
     XI DELEGASI ATAU MANDEG 
    a.Membangun Masa Depan Yang Kuat 

     Tanggung jawab setiap orang didunia ini ialah untuk meneruskan kepada generasi berikuttnya sebanyak mungkin pengetahuan yang telah ia peroleh. Jika hal-hal yang dipelajari melalui pengalaman, pendidikan, dan pelatihan harus dikubur bersama dengan kita masing-masing, betapa besar kerugiannya bagi umat manusia ! Maing-masing dari kita mengalami hidup ini secara berbeda-beda. Jika kita memisahkan diri dari orang lain, alangkah bodohnya kita ini. Kita harus mengumpulkan pengetahuan kita, menambahkannya bagi ilmu pengetahuan yang sedang cepat berkembangan, dan membuatnya sebagai salah satu sumber daya yang berguna sekali bagi generasi mendatang. 
     
    XII PENUTUP

     Kesimpulan atas apa yang telah kami terangkan diatas ialah bahwa pendelegasian tugas kepada anak buah sangatlah penting baik bagi atasan maupun anak buah itu sendiri. Bagi atasan pendelegasian dapat mengurangi tugas-tugas yang di bebankan kepadanya dan mempunyai banyak waktu untuk memenuhi tanggung jawabnya serta dapat mengembangkan keterampilannya yang berguna untuk perusahaan. Bagi anak buah, pendelegasian tugas dapat memberikan peluang untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuannya. Juga merupakan motivasi untuk lebih baik bekerja. Apabila suatu perusahaan seluruh pimpinannya baik dari direktur sampai dengan pimpinan yang paling rendah dapat melaksanakan pendelegasian tugas pada bawahannya, maka dapat diharapkan perusahaan itu akan maju. 

     
     

     

     

     

  • Jan 10

     








    BAB I

    PENDAHULUAN

     

    1.1   LATAR BELAKANG MASALAH

    Mengatur waktu Anda dengan baik berarti mengatur hidup Anda dengan baik. Orang-orang yang mengatur waktunya dengan baik akan melakukannya dengan kreatif. Mereka memiliki cirri-ciri khas yang membedakan mereka dari orang-orang yang selalu dalam keadaan penuh kekalutan. Mereka membuat rencana-rencana jangka pendek dan jangka panjang, menetapkan dan mengikuti jadwal yang realistis, mengambil waktu istirahat yang efisien dan tepat waktu, dan memandang tugas-tugas yang harus dilaksanakan sebagai kesempatan-kesempatan, daripada sebagai kewajiban yang ditakuti. Mereka mempraktikkan manajemen waktu yang kreatif dengan mengendalikan waktu mereka, dan sekaligus mengendalikan hidup mereka.

    Tidak semua orang dianugerahi dengan kecemerlangan, penampilan yang baik, atau banyak uang, tetapi kita masing-masing memiliki jumlah jam yang sama dalam sehari. Banyak yang dapat dicapai dalam dua puluh empat jam tersebut, atau tidak sedikit pun yang dicapai. Tergantung kepada Anda untuk mengoptimalkan waktu tersebut.

     

    Keuntungan yang paling penting dari manajemen waktu yang kreatif adalah Anda dapat mengendalikan hidup Anda. Mereka yang merasa dapat mengendalikan hidup mereka akan mengalami lebih sedikit stress, lebih santai, lebih produktif, merasakan kepuasan diri, dan hidup lebih lama.

    Manajemen waktu yang buruk menyebabkan terlewatnya deadline, tidak rampungnya suatu proyek, kekecewaan pimpinan, kemarahan klien, pembatalan janji, dan terhambatnya peningkatan karier. Juga dapat menyulut keadaan menjadi tegang, marah, malu, rendah diri, bahkan depresi. Manajemen waktu yang buruk juga menimbulkan masalah dalam perkawinan atau hubungan romantis karena pasangan yang sibuk merasa tidak pernah mempunyai cukup waktu untuk keintiman atau menghabiskan waktu yang berkualitas bersama-sama. Ini adalah salah satu penyebab mengapa anak-anak yang sedang tumbuh menjadi orang asing bagi orangtua mereka, atau persahabatan tidak pernah berkembang jauh dari sebuah perkenalan semata.

    Selama meriset manajemen waktu, saya menemukan berbagai persoalan seputar manajemen waktu yang biasa ditemukan pada orang-orang yang biasanya sibuk, tetapi jarang dapat menyelesaikan sebanyak yang mereka inginkan, atau mereka tahu bahwa mereka mampu mencapainya: Mereka adalah orang-orang yang reaktif, ketimbang aktif. Mereka beraksi terhadap tuntutan dari luar diri, apakah terhadap laporan yang harus selesai pada hari Jumat atau menghadiri undangan pada hari Sabtu, ketimbang beraksi sesuai dengan sasaran jangka panjang yang telah mereka tentukan sendiri dengan keputusan-keputusan yang harus diambil untuk jangka pendek.

    Selanjutnya, perlu ditentukan prioritas untuk hal penting apa yang biasanya menjadi jelas ketika diserang kata “andaikan” (Aku tidak akan dating terlambat andaikan aku tidak menjawab telepon ketika aku hendak pergi,” “Andaikan saja aku tidak mulai mengerjakan tugas baru itu sebelum aku selesai menulis-ulang laporan tersebut.”) Demikian juga saat muncul rasa bangga terhadap penghargaan-penghargaan yang terlihat nyata pada waktunya, mendapat kenaikan pangkat, menyelesaikan sebuah program pelatihan secara menyeluruh dan tuntas, diminta untuk memberikan presentasi tentang apa yang Anda lakukan, memublikasikan sebuah buku, dan berhasil mengendalikan tuntutan pekerjaan atau tuntutan keluarga Anda.

    Dari wawancara, observasi, dan riset, saya telah menemukan bahwa kebanyakan pria dan wanita memiliki tujuan yang sama: hidup yang terarah dan teratur, bukan hidup yang terlalu memberatkan pekerjaan, keluarga, atau waktu santai. Seorang yang tidak pernah berolahraga atau melakukan segalanya sendiri (sampai akhirnya mengalami serangan jantung) karena hanya mementingkan pekerjaan dan keluarganya adalah seorang yang memerlukan manajemen waktu yang kreatif, sama dengan seorang wanita yang dengan cekatan sibuk melaksanakan segala kewajibannya – untuk suami, dan anak-anak – sehingga tidak mempunyai waktu untuk mengistirahatkan kedua kakinya dan bersantai.

     

    1.2   PERUMUSAN MASALAH

    1. Mengatasi hambatan utama dalam mengatur waktu?
    2. Bagaimana menjadi teratur dan lebih efektif ?
    3. Faktor yang menjadi hambatan utama dalam mengatur waktu?

     

    1.3   TUJUAN PENULIS

    1. Keuntungan dari Manajemen waktu yang kreatif
    2. 7  prinsip manajemen waktu yang kreatif
    3. Bagaimana menjadi teratur dan lebih efektif
    4. Memperbaiki waktu kerja anda
    5. Meningkatkan manajemen waktu pribadi seseorang menjadi lebih baik

     

    BAB II

    LANDASAN TEORI

     

    2.1 Manajemen Waktu Yang Kreatif: Sebuah Pengantar

     

    Waktu yang hilang tidak akan dapat ditemukan kembali

    –Benjamin Franklin, Poor Richard’s Almanac

     

    2.1.1 Apakah Manajemen Waktu yang Kreatif Itu?

    Mengatur waktu Anda dengan baik berarti mengatur hidup Anda dengan baik. Orang-orang yang mengatur waktunya dengan baik akan melakukannya dengan kreatif. Mereka memiliki cirri-ciri khas yang membedakan mereka dari orang-orang yang selalu dalam keadaan penuh kekalutan. Mereka membuat rencana-rencana jangka pendek dan jangka panjang, menetapkan dan mengikuti jadwal yang realistis, mengambil waktu istirahat yang efisien dan tepat waktu, dan memandang tugas-tugas yang harus dilaksanakan sebagai kesempatan-kesempatan, daripada sebagai kewajiban yang ditakuti. Mereka mempraktikkan manajemen waktu yang kreatif dengan mengendalikan waktu mereka, dan sekaligus mengendalikan hidup mereka.

    Tidak semua orang dianugerahi dengan kecemerlangan, penampilan yang baik, atau banyak uang, tetapi kita masing-masing memiliki jumlah jam yang sama dalam sehari. Banyak yang dapat dicapai dalam dua puluh empat jam tersebut, atau tidak sedikit pun yang dicapai. Tergantung kepada Anda untuk mengoptimalkan waktu tersebut.

     

    2.1.2 Apa Saja Keuntungan dari Manajemen Waktu yang Kreatif?

    Keuntungan yang paling penting dari manajemen waktu yang kreatif adalah Anda dapat mengendalikan hidup Anda. Mereka yang merasa dapat mengendalikan hidup mereka akan mengalami lebih sedikit stress, lebih santai, lebih produktif, merasakan kepuasan diri, dan hidup lebih lama.

    Manajemen waktu yang buruk menyebabkan terlewatnya deadline, tidak rampungnya suatu proyek, kekecewaan pimpinan, kemarahan klien, pembatalan janji, dan terhambatnya peningkatan karier. Juga dapat menyulut keadaan menjadi tegang, marah, malu, rendah diri, bahkan depresi. Manajemen waktu yang buruk juga menimbulkan masalah dalam perkawinan atau hubungan romantis karena pasangan yang sibuk merasa tidak pernah mempunyai cukup waktu untuk keintiman atau menghabiskan waktu yang berkualitas bersama-sama. Ini adalah salah satu penyebab mengapa anak-anak yang sedang tumbuh menjadi orang asing bagi orangtua mereka, atau persahabatan tidak pernah berkembang jauh dari sebuah perkenalan semata.

    Selama meriset manajemen waktu, saya menemukan berbagai persoalan seputar manajemen waktu yang biasa ditemukan pada orang-orang yang biasanya sibuk, tetapi jarang dapat menyelesaikan sebanyak yang mereka inginkan, atau mereka tahu bahwa mereka mampu mencapainya: Mereka adalah orang-orang yang reaktif, ketimbang aktif. Mereka beraksi terhadap tuntutan dari luar diri, apakah terhadap laporan yang harus selesai pada hari Jumat atau menghadiri undangan pada hari Sabtu, ketimbang beraksi sesuai dengan sasaran jangka panjang yang telah mereka tentukan sendiri dengan keputusan-keputusan yang harus diambil untuk jangka pendek.

    Selanjutnya, perlu ditentukan prioritas untuk hal penting apa yang biasanya menjadi jelas ketika diserang kata “andaikan” (Aku tidak akan dating terlambat andaikan aku tidak menjawab telepon ketika aku hendak pergi,” “Andaikan saja aku tidak mulai mengerjakan tugas baru itu sebelum aku selesai menulis-ulang laporan tersebut.”) Demikian juga saat muncul rasa bangga terhadap penghargaan-penghargaan yang terlihat nyata pada waktunya, mendapat kenaikan pangkat, menyelesaikan sebuah program pelatihan secara menyeluruh dan tuntas, diminta untuk memberikan presentasi tentang apa yang Anda lakukan, memublikasikan sebuah buku, dan berhasil mengendalikan tuntutan pekerjaan atau tuntutan keluarga Anda.

    Dari wawancara, observasi, dan riset, saya telah menemukan bahwa kebanyakan pria dan wanita memiliki tujuan yang sama: hidup yang terarah dan teratur, bukan hidup yang terlalu memberatkan pekerjaan, keluarga, atau waktu santai. Seorang yang tidak pernah berolahraga atau melakukan segalanya sendiri (sampai akhirnya mengalami serangan jantung) karena hanya mementingkan pekerjaan dan keluarganya adalah seorang yang memerlukan manajemen waktu yang kreatif, sama dengan seorang wanita yang dengan cekatan sibuk melaksanakan segala kewajibannya – untuk suami, dan anak-anak – sehingga tidak mempunyai waktu untuk mengistirahatkan kedua kakinya dan bersantai.

     

    2.1.3 Apakah Anda Perlu Meningkatkan Manajemen Waktu Anda?

    Untuk membantu Anda menentukan seberapa produktifkah Anda sebenarnya, cobalah menjawab lima pertanyaan berikut ini untuk mengevaluasi diri Anda. Di atas secarik kertas, atau dengan computer Anda, jawablah setiap pertanyaan dengan ya, tidak, atau kadang-kadang.

    1.      Apakah Anda berusaha dengan saksama untuk memisahkan hal-hal yang mendesak dari tuntutan-tuntutan lainnya?

    2.      Apakah Anda meluangkan waktu untuk melakukan riset tentang latar belakang keadaan agar Anda dapat mengambil keputusan yang terbaik?

    3.      Apakah Anda menetapkan waktu agar tidak dapat diganggu kira-kira satu jam setiap harinya untuk berpikir, membaca, membaca, merancang, atau melakukan pekerjaan kreatif?

    4.      Apakah Anda menyediakan waktu yang cukup untuk mengembangkan dan memelihara bisnis Anda dan hubungan pribadi Anda?

    5.      Apakah Anda bekerja keras untuk dapat melakukan pekerjaan sebaik-baiknya – dibandingkan mengukur diri Anda sendiri berdasarkan sebuah standar yang menuju ke kesempurnaan yang tidak mungkin dapat Anda capai?

     

    Apabila Anda menjawab ya untuk kelima pertanyaan tersebut, paling tidak dalam kelima hal tersebut Anda memiliki manajemen waktu yang baik sekali.

    Apabila Anda menjawab tidak atau kadang-kadang atas satu pertanyaan atau lebih, Anda akan mendapatkan keuntungan dengan meningkatkan kemampuan Anda dalam manajemen waktu Anda.

    Anda pasti sudah menduga bahwa ada yang perlu diperbaiki tentang cara Anda mengatur waktu ketika Anda merasa lebih tertekan dari yang sebenarnya dapat Anda tanggung; Anda lebih sibuk dari biasanya padahal sedikit pekerjaan yang bias diselesaikan, atau Anda menyadari dan berkata kepada diri Anda sendiri, “Aku tidak mempunyai waktu.”

    Teruslah membaca. Anda akan tahu bahwa pengetahuan, kemampuan, dan panduan yang diberikan oleh manejemen waktu yang kreatif pada halaman-halaman berikut ini memberikan Anda keunggulan dalam bersaing dan ketenangan dalam berpikir.


     

    2.1.4 Untungnya Anda Dapat Mengubah Cara Anda Mengatur Waktu

    Slogan-slogan seperti “Setiap hari sama pentingnya,” “Hiduplah setiap hari seakan itu adalah hari terakhirmu,” “Hidup adalah sebuah proses, bukan sebuah kejadian,” memberikan filosofi keseluruhan. Namun, kumpulan kata-kata itu tidak memberitahukan kepada Anda bagaimana menerapkan filosofi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

    Creative Time Management akan membantu Anda untuk menunjukkan dengan tepat bagaimana Anda seharusnya mengatur waktu Anda sekarang ini., bagaimana Anda ingin mengaturnya, apa yang menghalangi Anda, dan bagaimana cara yang tepat mengatur waktu untuk pekerjaan, sekolah, atau waktu-waktu senggang.

     

    2.1.4.1 Kecanduan Kerja

    Kecanduan kerja seringkali merupakan sebuah gejala menajemen waktu yang buruk: ketidakmampuan untuk memulai, meneruskan dan menyelesaikan sebuah proyek dapat menjerumuskan si pecandu kerja untuk memusatkan perhatiannya hanya pada proyek tersebut. Roda yang berderit diberi pelumas sebanyak-banyaknya dan roda yang lainnya sama sekali tidak diberi pelumas; pekerjaan itu dianggap selesai. Seperti apa yang dinyatakan dengan penuh ketegangan oleh seorang pecandu kerja, “Saya terus bekerja berjam-jam karena saya berharap bagaimanapun juga suatu hari saya menyelesaikan semua, sehingga saya tidak perlu bekerja sedemikian keras.” Mengatur langkah Anda sendiri, dan mengendalikan waktu Anda, akan memampukan Anda untuk menyelesaikan apa yang Anda hargai dalam pekerjaan, di sekolah, atau di rumah, dan memberi Anda lebih banyak waktu guna bersama-sama teman-teman, keluarga, dan melakukan aktivitas waktu luang.

    Dapat juga membantu menghindari perilaku terlalu penat dan hilangnya inisiatif secara menyeluruh atau hilangnya kemampuan untuk melanjutkan pekerjaan yang sedang diemban hingga selesai. Manajemen waktu yang buruk dapat menyebabkan Burnout Syndrome (gejala perilaku kepenatan); meskipun beberapa sasaran penting telah tercapai, sasaran ini tercapai dengan biaya pribadi dan profesionalisme yang besar sekali.

     

    2.1.4.2 Mengatur Sendiri Langkah Anda

    Warren, tiga puluh tahun, seorang pengawas kesehatan professional, selalu mengambil libur pada hari Rabu setiap minggu. Ia juga tidak bekerja pada akhir minggu, kecuali dalam keadaan darurat. “Menjadikan Rabu sebagai hari libur memberi saya kemampuan, energi, dan insentif untuk mengerjakan yang terbaik pada saat saya bekerja,” demikian jelasnya. “Terasa sangat berbeda.” Kadang-kadang sahabat-sahabatnya menyarankan bahwa dengan bekerja dalam jumlah hari yang lebih banyak ia mendapat uang lebih banyak pula; namun ia merasa hal itu tidak akan berlangsung lama, karena kualitas pekerjaannya mungkin akan menurun bersamaan dengan kepuasan kerjanya.

     

    2.1.4.3 Teknologi dan Manajemen Waktu

    Selama decade terakhir, telah banyak perubahan dalam dunia kerja sehari-hari, yang paling mudah dilihat adalah dalam bidang kemajuan teknologi, seperti pemakaian computer pribadi dan mesin faks secara luas, pemakaian Internet, ratron, telepon genggam, dan beeper (penyeranta) yang begitu popular. Dengan Internet, sekarang ini kita semua mudah berkomunikasi langsung secara cepat dengan orang lain, baik dekat maupun jauh. Tetapi bagi orang lain, Internet telah menjadi persoalan karena mereka menghabiskan waktu berjam-jam “berhubungan,” mengabaikan prioritas bisnis mereka, atau bahkan kewajiban atas keluarga mereka.

    Karena teknologi, banyak yang dituntut dari kita dalam hal kualitas pekerjaan kita, seberapa banyak yang dapat kita capai, demikian juga kecepatan dalam pencapaian tersebut. Tetapi teknologi hanya dapat meningkatkan efisiensi kita secara terbatas. Word processor atau penulisan menggunakan computer mungkin memberikan kemudahan tindakan fisik dalam menulis atau mengetik dan mengedit atau menulis ulang, tetapi segi kreativitas, inspirasi, cara yang unik untuk mengekspresikan gagasan, masih saja tergantung pada masing-masing individu, yang tercetus dengan cara misterius seperti sediakala.

    Perhatikan saja cara-cara yang begitu luar biasa yang bisa didapat dari teknologi yang membuat kita mampu berkomunikasi satu dengan lainnya di luar kemampuan telepon biasa. Telepon selular telah memberi pelayanan telepon bagi masyarakat di daerah terpencil yang belum mendapat layanan sambungan telepon. Beeper mampu mengirim pesan kepada seseorang yang sedang berada dalam perjalanan atau berada jauh dari telepon. Meskipun begitu, alat panggil dan telepon selular mengakibatkan kita semakin mudah untuk diganggu, dua puluh empat jam dalam sehari, termasuk pada akhir pecan dan hari libur, membuat Anda semakin harus bisa mengontrol waktu Anda sendiri dibandingkan sebelum Anda memiliki alat-alat tersebut.

    Seorang eksekutif periklanan, Charles Peebler, mengingatkan kita tentang unsur manusiawi yang masih menjadi pusatnya walaupun telah muncul teknologi:

     

    Sudah jelas, teknologi, dari computer hingga “mainan” eksekutif, telah mengubah pandangan luas tentang komunikasi. Dan saya memanfaatkan sebanyak mungkin sarana yang ada. Tetapi saya tetap bersikukuh bahwa dalam hal-hal utama yang penting dan sensitif, di saat nuansa dan pertimbangan merupakan hal yang sulit – tidak ada yang dapat mengalahkan percakapan tatap-muka.

     

    Internet merupakan media berharga yang dengan cepat dapat mengakses riset dan informasi untuk meningkatkan atau mengganti perjalanan riset yang memakan waktu. Walaupun begitu, kunjungan-kunjungan teratur ke perpustakaan masih merupakan sosialisasi, pemasyarakatan, dan pusat pertemuan intelektual yang tidak dapat tergantikan bagi kaum muda dan dewasa.


     

    2.2 Tujuh Prinsip Manajemen Waktu Yang Kreatif


    Berikut adalah prinsip-prinsip dasar manajemen waktu yang kreatif:

     

    2.2.1 Selalulah aktif, bukan reaktif

    Buatlah keputusan-keputusan aktif tentang bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda daripada reaktif terhadap setiap tuntutan yang Anda temui, seperti pada saat seorang menelepon Anda atau pada saat Anda diminta menjadi ketua perkumpulan asosiasi professional.

    2.2.2 Tentukan sasaran

    Dengan menentukan sasaran, Anda tahu tujuan Anda. Sasaran itu penting, di dalam pekerjaan, sekolah, atau permainan. Tanpa sasaran, Anda akan kehilangan arah dan bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan dan persoalan-persoalan yang tidak pasti, dengan pandangan sempit atas akibat yang mungkin timbul dalam kehidupan pribadi dan professional Anda.

    2.2.3 Tentukan prioritas dalam tindakan Anda

    Begitu Anda telah menemukan sasaran, Anda perlu menentukan prioritas tindakan guna mencapai sasaran-sasaran itu. Menentukan prioritas berarti menciptakan sebuah rencana pelaksanaan.

    2.2.4 Pertahankan fokus Anda

    Maksimalkan produktivitas Anda dengan berkonsentrasi pada satu proyek yang utama satu per satu. Setelah menentukan sasaran dan prioritas tindakan Anda, pantaulah perkembangannya sehingga proyek itu selesai. Apa pun yang Anda lakukan, lakukanlah dengan seluruh kemampuan Anda.

    2.2.5 Ciptakan tenggat waktu yang realistis

    Tenggat waktu, terutama bila realistis, membantu Anda tetap focus pada sasaran jangka panjang dan terutama pada prioritas jangka pendek. Seharusnya Anda tidak takut terhadap tenggat waktu tetapi justru menyambutnya. Jika tidak ada yang menentukan tenggat waktu untuk Anda dan pekerjaan Anda, ciptakan tenggat waktu untuk diri Anda sendiri.

    2.2.6 Lakukan sekarang (DO IT NOW)

    Setelah Anda mengambil keputusan dan focus, lakukan sekarang.

     

    Berikut cara yang mudah untuk membantu Anda mengingat prinsip:

    D = Divide. Artinya: Bagilah dan kuasailah apa yang harus Anda lakukan. Bagilah tugas-tugas besar menjadi tugas-tugas kecil dan tentukan untuk setiap bagian kecil tersebut sebuah yang realistis.

    O = Organize. Artinya: Aturlah bahan-bahan Anda, bagaimana Anda akan melakukannya.

    I = Ignore. Artinya: Abaikan gangguan-gangguan yang mengalihkan perhatian.

    T = Take. Artinya: Ambil kesempatan untuk mengetahui bagaimana melakukan segalanya seorang diri.

    N = Now. Artinya: Kesempatan, bukan besok. Janganlah menunda.

    O = Opportunity. Artinya: Kesempatan mengetuk pintu Anda. Ambil keuntungan dari kesempatan yang menguntungkan itu.

    W = Watch out. Artinya: Waspada pada pemakan waktu. Pantau, dan atasi terus, berapa banyak waktu yang Anda gunakan untuk internet, membaca dan mengirim e-mail, menonton TV, atau berbicara melalui telepon.          

    2.2.7 Seimbangkan hidup Anda

    Prinsip ke tujuh berarti menciptakan waktu bagi diri sendiri, demikian juga bagi orang-orang yang Anda kasihi: kekasih, anak-anak, orangtua, saudara, kerabat, sahabat, tetangga, kelompok relawan, rekan sekerja, bahkan binatang peliharaan.

    Untuk lebih produktif dalam pekerjaan, pastilah merupakan sebuah sasaran yang bermanfaat, bahkan akan lebih baik bila memiliki hidup yang lebih berisi, lebih produktif dan seimbang. Maka, hendaknya diingat untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen waktu yang kreatif ini tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam bergaul dan beraktifitas mengisi waktu luang.

     

    2.3 Mengatasi Sepuluh Hambatan Utama dalam Mengatur Waktu

     

    Penundaan adalah pencuri waktu.

    – Edward Young, Nigth Thoughts

     

    Kesalahpahaman tentang waktu yang biasa terjadi adalah karena Anda dapat menyia-nyiakannya. Anda bukan menyia-nyiakan waktu, tetapi Anda salah mengaturnya. Bab ini meneliti sepuluh poin bagaimana orang salah mengatur waktu, disertai kemungkinan jalan keluarnya guna mengatasi kecenderungan tersebut.

     

    2.3.1 Mengerjakan Terlalu Banyak Hal Sekaligus

    Saya baru-baru ini melakukan suatu survey terhadap 234 pria dan wanita pekerja untuk memperkirakan bagaimana orang salah mengatur waktu mereka. Saya yakin penyebab pertama adalah penundaan. Tetapi alas an tersebut hanya 8 persen, dan jelas terkait dengan alasan-alasan lain, seperti ketidakmampuan mengatakan “tidak”, melakukan pekerjaan tulis-menulis, dan selalu ingin sempurna.

    Berikut langkah-langkah untuk menangani “mengerjakan terlalu banyak hal sekaligus”:

     

    Solusi #1 Prioritaskan apa yang Anda harus kerjakan dalam sebuah daftar, yang terpenting sebagai hal pertama

    Solusi #2 Pakailah daftar tersebut untuk focus dalam mengerjakannya satu per satu

    Solusi #3 Jangan memulai tugas berikutnya sebelum Anda menyelesaikan   tugas yang pertama   

    Solusi #4 Gunakan perhatian yang selektif          

     

    2.3.2 Ketidakmampuan Untuk Berkata “Tidak”

    Seringkali, di belakang sindrom “mengerjakan terlalu banyak hal sekaligus” berdiri seseorang yang tidak dapat mengatakan “tidak.” Mengatakan “ya” yang seharusnya “tidak” timbul dari harapan yang kekanak-kanakan untuk menyenangkan hati semua orang, dan jelas menggambarkan suatu kegagalan untuk menunjukkan apa yang penting bagi Anda. Sangat sulit untuk mengatakan “tidak.” Anda mungkin takut bahwa sebuah kesempatan tidak akan kembali lagi, atau bahwa mengatakan “tidak” akan menyakitkan hati seseorang selamanya.

     

    Solusi #1 – Sederhanakan sasaran-sasaran Anda

    Solusi #2 – Berlatihlah mengatakan “tidak” dengan cara yang ramah, lembut, dan positif

    Solusi #3 – Berusahalah peka terhadap kata “tidak”

    Solusi #4 – Hendaknya Anda dengan tegas mengatakan “tidak” atas sebuah permintaan, tanpa mengabaikan orang yang mengajukan permintaan itu

    Solusi #5 – Tanganilah dengan “Tidak, bukan ini, tetapi…”

     

    2.3.3 Penundaan

    Penundaan berarti menangguhkan untuk esok hari segala sesuatu yang seharusnya dikerjakan hari ini. Ada berbagai akibat dari tindakan penundaan ini.

    Berikut ada beberapa solusi untuk mengatasi penundaan:

     

    Solusi #1 – Jadikan apa pun yang Anda tunda sebagai tugas pertama yang Anda kerjakan hari itu

    Solusi #2 – Cobalah system penghargaan

    Solusi #3 – Cobalah penundaan yang kreatif

    Solusi #4 – Dapat membedakan penundaan yang efektif

    Solusi #5 – Jangan biarkan keadaan yang memalukan memperburuk penundaan Anda

     

    2.3.4 Pekerjaan Tulis-menulis

    Siapa pun yang berkecimpung dalam informasi, entah itu di kantor atau rumah sakit, selalu berhubungan dengan tulis-menulis untuk memperlancar pekerjaan. Surat, memo, formulir, laporan, evaluasi, undangan rapat…daftar ini tidak akan ada habisnya.

     

    Solusi #1 – Jangan menumpuk kertas

    Solusi #2 – Luangkan waktu secara rutin untuk memilah pekerjaan tulis-menulis Anda

    Solusi #3 – Buatlah sebuah system untuk menangani kiriman pos dan kertas kerja Anda

     

    2.3.5 Mengendalikan Pengaruh Telepon dan Televisi

    Sekarang ini, mulai saja dengan menyadari berapa banyak waktu yang Anda gunakan untuk masing-masing kegiatan, dan apa yang seharusnya Anda lakukan sebagai penggantinya.

    Kebiasaan menelepon dan menonton televisi bila tidak dikendalikan dapat memakan sejumlah besar waktu. Anda harus dapat mempertimbangkan berapa lama menggunakannya dan apakah kedua alat itu memberi pengaruh yang mengganggu atau menguntungkan.

     

    Solusi #1 – Mulailah menggunakan catatan harian telepon atau televise

    Solusi #2 – Jadwalkan waktu khusus untuk menelepon atau menerima telepon

    Solusi #3 – Tontonlah televisi secara selektif

    Solusi #4 – Gunakan VCR untuk merekam acara-acara televisi Anda

     

     

    2.3.6 Kegagalan Dalam Menentukan Prioritas     

    Sebagai tambahan atas solusi-solusi berikut ini, untuk mengatasi kegagalan untuk menentukan prioritas, bacalah kembali bagian awal dari bab ini tentang solusi untuk mengatasi sindrom “Mengerjakan Terlalu Banyak Hal Sekaligus” dan juga solusi untuk perencanaan dan penentuan sasaran pada bab sebelumnya.

     

    Solusi #1 – Hendaknya jelas tentang sasaran-sasaran Anda

    Solusi #2 – Luangkan waktu untuk mengatakan “ya”

     

    2.3.7 Waktu untuk Pulang Pergi dan Melakukan Perjalanan

    Apakah Anda menghabiskan waktu dua jam pulang pergi setiap hari, atau Anda bekerja di rumah tetapi menghabiskan waktu empat jam setiap bulannya di pesawat atau satu jam setiap harinya di mobil untuk memenuhi janji yang berhubungan dengan pekerjaan? Ternyata ada banyak waktu yang hilang selama perjalanan.

    Bagaimana cara menggunakan waktu perjalanan Anda dengan sebaik mungkin?

     

    Solusi #1 – Buatlah sebuah rencana untuk pulang pergi atau melakukan perjalanan

    Solusi #2 – Pilihlah tugas-tugas yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat Anda kerjakan selagi pulang pergi atau melakukan perjalanan bisnis

    Solusi #3 – Bawalah sebuah laptop

    Solusi #4 – Gunakan waktu pulang pergi dengan mobil sebagai rekreasi dan untuk mengurangi stress

    Solusi #5 – Latilah fisik Anda

    Solusi #6 – Tidurlah

    Solusi #7 – Bersosialisasi

    Solusi #8 – Membacalah

    Solusi #9 – Melamunlah

    Solusi #10 – Bermeditasilah

    Solusi #11 – Pertimbangkan kembali berbagai sasaran dan rencana jangka panjang Anda agar dapat tercapai

    Solusi #12 – Bawalah alat tulis dan lanjutkan korespondensi Anda

    Solusi #13 – Pilihlah salah satu hambatan dalam mengatur waktu Anda dan buatlah alternative pemecahannya

    Solusi #14 – Gunakan waktu Anda selama perjalanan pulang pergi atau bisnis untuk melakukan menyelesaikan suatu tugas kecil atau tugas rumah tangga

     

    2.3.8 Mengeluh

    Seberapa seringkah Anda mengeluh dan menyesali? Budaya kita memberi sanksi atas sikap diam, dengan rangkaian kalimat “diam itu emas” dan “jangan pernah mengeluh, jangan pernah menjelaskan.” Meskipun begitu, mengeluh itu alami, dan sudah menjadi suatu kebiasaan yang ditentukan oleh: apa yang Anda keluhkan; kepada siapa Anda mengeluh; dan seberapa seringkah Anda mengeluh.

    Ketiga kriteria ini saling berhubungan; bersama-sama, ketiganya akan menentukan apakah sebuah pernyataan ditetapkan sebagai hasil pengamatan, atau sebuah keluhan yang mengasihani diri sendiri, atau penyia-nyiaan waktu.

     

    Solusi #1 – Tanganilah sumber keluhan Anda

    Solusi #2 – Kenalilah segala konsekuensi dari tindakan mengeluh Anda terhadap pekerjaan

    Solusi #3 – Pandanglah segala sesuatunya dalam sebuah perspektif

    Solusi #4 – Carilah hal lain untuk dibicarakan

    Solusi #5 – Carilah jalan lain untuk mendapatkan perhatian

    2.3.9 Alasan – alasan

    Alasan yang diutarakan sesekali, asalkan benar, karena sebuah kejadian yang benar-benar tidak diharapkan telah terjadi sehingga Anda memerlukan perubahan rencana, adalah biasa dalam hidup.

    Solusi #1 – Ingatlah semua alasan Anda dengan cara mencatatnya

    Solusi #2 – Cobalah untuk mengetahui latar belakang setiap alasan

    2.4 Hambatan Emosional dalam Manajemen Waktu

     

    Waktu selalu terbang pergi, tanpa pernah kembali

    – VIRGIL, Georgies III

     

    Pertimbangkan hambatan-hambatan emosional dalam manajemen waktu yang dibahas pada bab ini. Semua akan membantu Anda untuk mengenal dan mengatasi setiap hambatan emosional yang mungkin menghambat manajemen waktu Anda yang efektif dan kreatif.

     

    2.4.1 Keinginan untuk Sempurna

    Seorang perfeksionis tidak pernah puas dan kadang-kadang tanpa sadar, menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang berlebihan dari yang sebenarnya diperlukan, dan mengulanginya hingga lewat tenggat waktunya (padahal pekerjaan tersebut telah selesai).

    Keinginan untuk sempurna merupakan suatu kebiasaan yang sulit diubah karena berarti harus memikirkan kembali seluruh cara seseorang menghadapi bagaimana orang menilai orang, hal-hal, dan kejadian-kejadian lain.

     

    Solusi #1 – Kenalilah bahwa Anda seorang yang selalu berkeinginan unttuk sempurna

    Solusi #2 – Terimalah kenyataan bahwa tidak seorang pun sempurna, termasuk Anda, dan belajarlah untuk merasa nyaman karena dipuji

    Solusi #3 – Belajarlah untuk mengejar mutu yang baik dan dapat dicapai, daripada mengejar standar-standar perfeksionis yang tidak terjangkau

    Solusi #4 – Delegasikan

    Solusi #5 – Sadarilah akibat-akibat dari sifat ingin selalu sempurna

     

     

    2.4.2 Takut Gagal

    Bila Anda tidak mencoba, Anda tidak akan gagal, atau demikianlah cara berpikir seorang yang takut gagal. Tetapi dengan bekerja di suatu tingkatan yang jauh di bawah potensi Anda, atau dengan tidak pernah menyelesaikan sebuah proyek utama yang dapat memberi penilaian atas diri Anda, Anda mungkin membuat kegagalan yang Anda takuti karena tidak memberikan segalanya, apakah untuk sebuah proyek, hubungan, atau pekerjaan.

    Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengatasi rasa takut terhadap kegagalan:

     

    Solusi #1 – Dapatkan cukup banyak pelatihan dan pengalaman

    Solusi #2 – Ubahlah sikap Anda terhadap kegagalan

     

    Saya bertanya pada diri sendiri ketika setiap saat saya berpikir bahwa saya hebat, dan berpikir bahwa saya berbakat, mungkin sebenarnya tidak benar. Itu berarti bahwa saya harus mengubah seluruh hidup saya, mengubah jenjang karier saya. Saya harus mempunyai hidup yang baru sama sekali, dan hal itu sangat menakutkan.

     

    Demikian seorang konsultan manajemen, Peter F. Drucker, memandang kegagalan. Dalam The Practice of Management ia menyatakan:

     

    Tak seorang pun belajar tanpa membuat kesalahan. Makin baik seseorang, makin banyak kesalahan yang akan ia buat untuk kemudian mencoba lebih banyak hal-hal baru. Saya tidak akan menaikkan jabatan seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan-kesalahan besar ke sebuah posisi yang paling tinggi dalam pekerjaannya. Bila tidak, ia pasti akan berprestasi setengah-setengah. Lebih buruk lagi, tanpa membuat kesalahan sebelumnya, ia tidak dapat belajar bagaimana menemukan kesalahan-kesalahan dan bagaimana memperbaikinya.

     

    Solusi #3 – Bayangkan akibat terburuk atas segala tindakan Anda, dan saksikan diri Anda lolos dari situasi itu

     

     
     

     

     

    Dengan membayangkan keadaan terburuk yang mungkin terjadi dan menggambarkan diri Anda dapat mengatasi kegagalan itu, Anda dapat melanjutkan untuk mencoba mencapai sasaran-sasaran yang Anda takuti.

                  

    Solusi #4 – Pandanglah kegagalan sebagai sebuah lahan pelatihan

    Solusi #5 – Hendaknya Anda bersikap realistis tentang penyebab dari kegagalan Anda; dan bertanggung jawab atas bagian yang Anda lakukan

     

    2.4.3 Takut Sukses

    Tidak ada seorang pun yang ingin gagal, dan semua orang ingin sukses, bukan? Salah. Menurut seorang ahli psikologi, Leon Tec, takut untuk sukses itu biasa. Dalam bukunya, Fear of Succes, Tec menulis:

     

    Menurut pendapat saya, ketakutan untuk sukses adalah universal, begitu meluas hingga dianggap normal. Mungkin takut sukses ini parah bagi sementara orang, tidak terlalu parah bagi orang lain, tetapi selalu ada. Bahkan bagi mereka yang berpura-pura telah berhasil dan mencapai puncak dalam bidangnya, ketakutan akan kesuksesan mungkin ada dan merampas kenikmatan prestasi mereka.

     

    Berikut ini solusi untuk mengatasi penyia-nyiaan waktu:

     

    Solusi #1 – Bayangkan tentang suatu keberhasilan dan bayangkan diri Anda sendiri menangani semua akibat-akibatnya

    Solusi #2 – Analisalah sendiri bagaimana realistisnya Anda tentang arti sukses itu

     

    2.4.4 Menurunkan (Atau Meningkatkan) Nilai Aktivitas Anda

    Solusi #1 – Kembangkan standar-standar yang lebih realistis dan lebih obyektif

    Solusi #2 – Bangunlah harga diri agar Anda tidak perlu menganggap diri paling rendah, tetapi tidak juga sebagai yang selalu “lebih unggul” dari semua orang.

     

    2.4.5 Ketidaksabaran dan Toleransi Rendah dalam Keadaan Frustasi

    Solusi #1 – Tanganilah persoalan ini, tugas demi tugas, satu per satu

    Solusi #2 – Hitunglah hingga angka sepuluh

    Solusi #3 – Kendalikan ketidaksabaran dan toleransi rendah dalam keadaan frustasi seakan-akan hal itu merupakan fobia yang Anda coba atasi

    Solusi #4 – Jadilah lebih sabar terhadap orang lain atau terhadap penundaan yang tidak terelakkan

     

    2.4.6 Kecemburuan

    Kecemburuan memboroskan waktu karena dapat memendam perasaan untuk menjatuhkan orang lain (dan diri Anda sendiri) daripada melakukan apa pun untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

     

    Solusi #1 – Ubahlah kecemburuan menjadi sesuatu yang berguna dan positif

    Solusi #2 – Tingkatkan harga diri Anda

     

    2.4.7 Ketidakmampuan Menerima Kritik

    Solusi #1 – Ciptakan suasana yang dapat memudahkan Anda menerima kritik

    Solusi #2 – Kembangkan kemampuan Anda untuk menerima (dan memberi) kritik

    Solusi #3 – Jelaskan kembali bagaimana Anda memandang kritik

    Solusi #4 – Menilai diri sehingga kritik dari luar jarang terjadi

    Solusi #5 – Berhentilah mempertahankan diri Anda secara otomatis

     

    2.4.8 Kebosanan

    Bisa disebut sebagai tidak menyenangkan, kebosanan adalah perasaan “hua hem” (=menguap karena bosan) dalam rapat yang menjemukan, atau Anda harus terlalu sering berurusan dengan hal yang sama. Ada kecenderungan yang nyata dalam kebosanan. Sebagai contoh, ada orang yang biasa tetap merasa senang di luar pekerjaan, tetapi bosan di dalam pekerjaan. Yang lainnya berusaha keras di dalam pekerjaan, tetapi merasa bosan di waktu luang mereka. Ada yang rasa bosannya sudah mendarah-daging; yang lainnya merasa bosan hanya apabila mereka tertekan, merasa tidak nyaman, atau terus melakukan tugas yang sama berulang-ulang.

     

    Solusi #1 – Ubalah tugas

    Solusi #2 – Lakukanlah hal yang sama, dengan cara yang berbeda

    Solusi #3 – Ubahlah urutan tugas yang harus Anda selesaikan

    Solusi #4 – Cobalah system penghargaan (yang juga berguna dalam mengatasi penundaan tugas Anda)

    Solusi #5 – Pekalah terhadap suasana hati Anda

    Solusi #6 – Carilah penyebab dari kebosanan Anda untuk dijadikan sumber solusi dalam menanggulanginya

    Solusi #7 – Akuilah bahwa ada kebosanan yang menguntungkan

    Solusi #8 – Dengan analisis yang Anda lakukan secara cermat, pertimbangkan kebosanan sebagai sebuah gejala bahwa Anda seharusnya mendelegasikan tugas-tugas tertentu.

     

    2.4.9 Rasa Bersalah

    Apakah Anda tergolong sebagai orang yang merasa bersalah atas apa yang Anda kerjakan dan atas apa yang Anda tidak kerjakan? Apakah Anda merasa bersalah karena bekerja hingga larut malam, karena Anda mengabaikan keluarga, dan merasa bersalah jika Anda meninggalkan kantor tepat waktu karena ada pekerjaan yang Anda kesampingkan?

     

    Solusi #1 – Coba kenali sumber rasa bersalah Anda

    Solusi #2 – Perjelaslah berbagai norma hidup, prioritas, dan kepercayaan Anda

    Solusi #3 – Tidak apa-apa membuat kesalahan

    Solusi #4 – Ingatkan lagi diri Anda tentang apa yang Anda dapat dan tidak dapat kendalikan, dan kenalilah perbedaannya

    Solusi #5 – Turunkan tingkat harapan Anda


    2.4.10 Mementingkan Diri Sendiri

    Bagi kebanyakan orang, sifat mementingkan diri sendiri mempunyai konotasi negatif.

     

    Solusi #1 – Pandanglah sifat mementingkan diri sendiri sebagai tabiat yang positif

    Solusi #2 – Nilailah kembali tuntutan-tuntutan yang dibebankan orang lain kepada Anda

    Solusi #3 – Anggaplah beberap sifat mementingkan diri sendiri sama dengan keyakinan diri

     

    2.4.1.1Jatuh Cinta, dan Hal-hal Emosional Lainnya

    Berikut ini adalah gejala-gejala bila persoalan-persoalan pribadi Anda mempengaruhi hasil kerja Anda:

     

    ·        Konsentrasi Anda sangat buruk.

    ·        Kesadaran akan waktu Anda terganggu; waktu rasanya lama sekali.

    ·        Persoalan-persoalan pribadi Anda menyita pikiran Anda di waktu bekerja.

    ·        Anda kelihatan “sibuk” ketika sedang bekerja, tetapi sebenarnya Anda hanya mengacak-ngacak kertas dan tidak menyelesaikan apa pun.

    ·        Semua kejadian Anda jadikan persoalan pribadi. (“ia tidak menyukai laporan saya karena ia mencoba untuk meremehkan kesuksesan saya.” “ia menyampaikan telepon itu karena ia marah kepada saya hari ini.”)

     

    Solusi #1 – Nilailah hasil kerja Anda; apakah Anda dapat menanganinya sendiri dengan baik?

    Solusi #2 – Sadarilah bahwa kebanyakan krisis emosional akan berdampak pada produktivitas Anda, maka lebih baik Anda sedikit lebih santai

    Solusi #3 – Pertimbangkan untuk mendapatkan bantuan sehingga Anda mampu menangani persoalan

    Solusi #4 – Pertimbangkan pula sumber-sumber bantuan lain

    Solusi #5 – Berliburlah

    Solusi #6 – Berlatihlah memisahkan pekerjaan dan peran-peran pribadi

     

     

    2.4.1.2Kebiasaan Buruk

    Solusi #1 – Pertama, putuskan apa yang Anda ingin ubah pada diri Anda sendiri

    Solusi #2 – Ubahlah satu kebiasaan sebelum mengubah kebiasaan lainnya

    Solusi #3 – Luangkan waktu kira-kira tiga minggu untuk mengubah satu kebiasaan.

    Solusi #4 – Carilah bantuan professional

    Solusi #5 – Cobalah teknik-teknik perubahan sifat

    Solusi #6 – Ikutlah kelompok self-help

    Solusi #7 – Kembangkan sebuah kebiasaan baru yang positif untuk menggantikan kebiasaan buruk Anda sekarang

     

    2.4.1.3 Keterlambatan

    Keterlambatan akan memboroskan waktu siapa pun. Jika Anda terlambat, mungkin banyak orang yang tidak suka dengan Anda. Apalagi jika Anda harus berurusan dengan orang-orang yang selalu terlambat, Anda pasti marah sekali terhadap kelakuan mereka.

    Anda memang tidak dapat mengendalikan keterlambatan orang lain, tetapi Anda dapat menolong situasi itu dengan memberikan contoh yang terbaik. Mulailah dengan diri Anda dan libatkan diri agar selalu dating tepat waktu.

     

    Solusi #1 – Perhatikan apakah ada sebuah pola dalam keterlambatan Anda

    Solusi #2 – Setelah Anda perhatikan apakah ada sebuah pola, cobalah mencari apa penyebabnya

    Solusi #3 – Rencanakan dengan lebih baik

    Solusi #4 – Tentukan waktu yang akan membuat Anda tepat waktu berada di suatu tempat yang cocok bagi Anda

    Solusi #5 – Pasanglah mesin penjawab atau voice mail Anda pada saat Anda bersiap untuk pergi

    Solusi #6 – Untuk mengatasi keterlambatan dalam proyek, tentukanlah tenggat waktu yang pendek-pendek

    Solusi #7 – Jika ada alasan psikologis atas keterlambatan, carilah bantuan untuk mengatasinya


    2.5 Menjadi Teratur dan Lebih Efektif

     

    Mengatur pada dasarnya bukanlah akhir suatu tujuan, tetapi sebuah sarana menuju ke tujuan itu sendiri

    –Peter F. Drucker, The Practice of Management

     

    Dalam keadaan teratur berarti Anda dapat dengan mudah menemukan sebuah benda di antara banyak benda yang Anda miliki. Sebagai tahap awal, seharusnya system Anda mampu menangani segala informasi, mengurus amplop, kunci, perangko, laporan tahunan, arsip computer, langganan majalah, laporan berkala, ratron yang Anda tulis, pengembalian pajak tahun lalu, dan paspor.

     

    2.5.1Mengatur Diri

    Menjadi Teratur adalah Sifat yang Dapat Anda Pelajari

    Memisahkan Prioritas Sehari-hari dari Busywork

    Mempertajam Kemampuan dalam Mengambil Keputusan

     

    2.5.2 Mengatur Berbagai Perkakas dan Teknik

    Daftar “Apa yang Harus Dilakukan”

    Membuat Kalender Rencana Pribadi

    Buat Catatan untuk Segalanya

    Pengarsipan

     

    2.5.3 Merampingkan Arsip dalam Tiga Puluh Hari

    Akses serba cepat atas informasi yang tepat sekarang ini sifatnya vital, terutama karena ledakan informasi telah menyebabkan harus disimpannya sebuah pengembangan data yang subur, dan bias ditemukan kembali.

     

    Langkah #1 Pilihlah sebuah tanggal sasaran

    Langkah #2 Bersiaplah untuk membuang arsip-arsip Anda

    Langkah #3 Pilihlah waktu yang paling tepat untuk membuang arsip

    Langkah #4 Hendaknya Anda memiliki alasan yang jelas untuk menyimpan atau membuang materi

    Langkah #5 Rampingkan arsip-arsip Anda sesuai dengan system pengarsipan Anda

    Langkah #6 Buanglah salinan yang berjumlah lebih dari satu atau materi yang sudah kadaluarsa

    Langkah #7 Ketahuilah apa yang perlu Anda simpan, dan untuk berapa lama

    Langkah #8 Berilah penghargaan pada diri sendiri atas perampingan arsip-arsip

    Langkah #9 Tetapkan jadwal pembuangan berkala

     

    2.5.4 Mengatur Ruang Kantor Anda

    Dari 113 orang yang telah disurvei untuk buku saya tentang ruang kantor (Making Your Office Work For You), hanya lima orang yang mengemukakan bahwa jika mereka mengubah ruang kantor mereka, mereka akan mendekorasi ulang. Sementara yang lainnya (89 dari 113 orang), sebuah perubahan yang berarti memiliki ruang kantor yang lebih nyaman, lebih luas, lebih tenang, dengan system penerangan yang lebih baik dan privasi yang lebih terjaga merupakan perhatian yang utama.

    Dalam riset selama empat tahun mengenai ruang kantor, saya menemukan tiga prinsip dalam pengaturan sebuah kantor:

     

    1.      produktivitas

    2.      status atau citra

    3.      kombinasi antara #1 dan #2

     

    Pertimbangan Kesehatan

    Mengatur Meja Kerja

    Buku, Majalah, dan Bahan-bahan Bacaan Lainnya

    Kantor di dalam Rumah

     

    2.6 Memperbaiki Waktu Kerja Anda

     

    Makin banyak orang terbunuh karena bekerja secara berlebihan ketimbang yang ditetapkan oleh kebutuhan fisik.

    –Rudyard Kipling (The Panthom Rickshaw)

     

    Dengan berbagai cara, struktur lingkungan kerja tradisional mendukung manajemen waktu: walaupun mungkin ada otonomi dalam setiap tugas, atasan menentukan berbagai peraturan atau batasan, jam masuk dan pulang kerja, tanggal libur yang bias diambil, dan pakaian yang harus dikenakan. Walaupun begitu, prosedur untuk mengevaluasi prestasi dan menentukan kenaikan gaji tidak selalu didefinisikan secara jelas.

     

    2.6.1 Ketahuilah Lingkungan Kerja Anda

     

    2.6.2 Menjadi Lebih Efisien

    Korespondensi dan Pekerjaan Tulis-menulis

     

    2.6.3 Teknologi dan Sarana Manajemen Waktu yang Efektif

    Komputer

    Ratron dan Internet

    Scanner

    Mesin Faks

    Telepon

    Mengatasi Gangguan Tamu

    Hari Tanpa Kerja (Liburan, Cuti Sakit, Cuti Pribadi)

    Istirahat untuk Efisiensi

     

    2.6.4 Bekerjasama dengan Orang Lain

    Mendelegasikan

     

    Apakah Anda Perlu Bantuan untuk Mendelegasikan dengan Lebih Efektif

     

    Mendelegasikan secara efektif

    1.      Putuskan Apa yang Harus Anda Delegasikan

    2.      Pilihlah Orang yang Tepat untuk Menerima Pendelegasian Anda

    3.      Percayailah Mereka yang Anda Beri Pendelegasian

    4.      Sampaikan Berbagai Tugas dan Instruksi dengan Jelas

    5.      Siapkan Penyelesaian Tugas Tertentu dan Sebuah Sistem Tindak Lanjut

    6.      Berikan Pujian

    7.      Delegasikan Tanggung Jawab atas Pekerjaan, Bukan Hanya Tugasnya

     

    Bekerjasama dengan Atasan

    Pembicara Kompulsif

    Bekerja Terlalu Keras

    Memanfaatkan Rapat Sebanyak Mungkin

    Meningkatkan Komunikasi dalam Pekerjaan

     

    2.6.6 Sasaran-sasaran Pekerjaan

    Perencanaan Jangka Panjang

    Laporan Kemajuan Kerja

    Mengukur Kesuksesan Anda

     

    2.7 Menerapkan Manajemen Waktu yang Kreatif

     

    Waktu adalah sesuatu yang paling bernilai yang dapat dihabiskan manusia.

    – Theophrastus (?-278 Sebelum Masehi)

     

    2.7.1 Konsep Waktu

    Waktu adalah sebuah konsep budaya. Orang Barat, sebagai contoh, berpikir dalam jangka waktu dua puluh empat jam sehari, dan tujuh hari seminggu. Meskipun begitu, pembagian itu tanpa alasan. Tidak ada yang namanya “satu minggu,” kitalah yang menciptakan konsep tersebut. Waktu adalah sebuah gagasan yang berbeda dari satu budaya ke budaya yang lain, bahkan diantara setiap orang.

     

    2.7.2 MEMANFAATKAN WAKTU “TERSEMBUNYI” ANDA SECARA PRODUKTIF

    Waktu “tersembunyi” adalah waktu yang sebelumnya salah-atur, dihabiskan karena timbulnya gangguan atau terpakai untuk tugas-tugas atau aktivitas-aktivitas lainnya, yang kemudian Anda pergunakan sebagai waktu produktif untuk mengejar tugas-tugas prioritas.

     

    2.7.3 MEMANFAATKAN ENERGI TINGGI DAN ENERGI RENDAH

    Cara lain untuk meningkatkan rencana dan jadwal Anda dalam satu hari adalah dengan menyadari energi tinggi dan energi rendah pribadi Anda. Tidak ada dua orang yang memiliki irama biologi yang sama, tetangga Anda mungkin bertahan dengan tidur lima jam dalam semalam, tetapi Anda merasa seperti zombie bila tidak tidur paling tidak delapan jam semalam.

     

    2.7.4 MENGATUR WAKTU

    Untuk “Sembilan-hingga-Lima” atau Waktu Eksekutif

    Untuk Wiraswastawan dan Pekerja Lepas

    Untuk Orang yang Kreatif           

    Untuk Pemilik Bisnis Kecil

    Untuk Siswa

    Untuk Guru

    Untuk Pencari Kerja

    Menyeimbangkan Pekerjaan dan Kehidupan di rumah

     

    2.8 Meningkatkan Manajemen Waktu Pribadi Anda

     

    Di manakan letak kebahagiaan?

    –John Keats, Endymion

     

    Orang-orang yang merasa sangat sulit untuk meningkatkan kualitas waktu pribadi adalah mereka yang bertanya, “Waktu luang apa?” karena mereka tidak sadar bahwa sebagian besar dari waktu dalam hidup mereka adalah waktu luang.”

    James J. Sheeran dalam bukunya, How to Skyrocket Your Income, menawarkan enam kegiatan waktu-santai yang produktif: 1) Menjadi Pakar (dalam salah satu bidang); 2) Mencoba bidang politik setempat; 3) Mencoba mengajar; 4) Menjadi pelahap segala bacaan; 5) Menambah keterampilan berkomunikasi; 6) Melanjutkan pendidikan formal.

     

    Berlatilah Fisik, Hobi, Televisi, Sosialisasi, Persahabatan

    Meluangkan Waktu Untuk Pasangan dan Anak-anak

    Waktu Untuk Pasangan

    Waktu Untuk Anak-Anak

    Waktu Untuk Diri Sendiri

     

    Manajemen Waktu di Rumah

    Berikut ini adalah beberapa strategi waktu yang efektif untuk tugas-tugas rumah tangga yang biasa dilakukan semua orang, seperti berbelanja makanan, membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan menyedot debu.

    Kecuali bagi mereka yang tidak menyukai pekerjaan rumah tangga, melaksanakan pekerjaan-pekerjaan tersebut dengan lebih cepat menjadi penghemat waktu yang sangat diperlukan.

     

    Mengatur Rumah

    Tanggung Jawab Rumah Tangga

    Proyek Rumah Tangga

    Pengelolaan Rumah Tangga

    Membersihkan, Mencuci Pakaian, dan Keluar Rumah Untuk Keperluan Rumah Tangga

    Buku Petunjuk/Catatan Rumah Tangga

    Makanan: Persiapan, Belanja, Penyimpanan, dan Pembersihan

     

    2.9 125 Gagasan Penghematan Waktu

     

    Pythagoras, ketika ditanya apakah waktu itu, menjawab bahwa waktu adalah jiwa dari dunia ini.

    –Plutarch, Platonic Questions

                  

    Anda kini mengenal pedoman dasar dari manajemen waktu yang kreatif dan efektif di tempat kerja dan di waktu senggang. Untuk memperkuat konsep-konsep utama dan untuk berbagi beberapa gagasan baru, berikut ini adalah 125 gagasan penghematan waktu yang berguna.

     

    2.9.1 Sepuluh Gagasan Utama Penghematan Waktu

    1. Praktikkan ketujuh prinsip manajemen waktu yang kreatif

    A. Bertindaklah aktif, jangan reaktif;

    B. Rencanakan cita-cita jangka pendek dan panjang;

    C. Prioritaskan tindakan;

    D. Pertahankan focus Anda;

    E. Tetapkan tenggat waktu yang realistis;

    F. D-O I-T N-O-W (Lakukan sekarang); dan

    G. Seimbangkan hidup Anda.

    2. D-O I-T N-O-W (Lakukan sekarang)

    3. Pusatkan perhatian namun secara fleksibel.

    4. Bergembiralah di antara teman-teman yang menyukai Anda dan guru-guru Anda.

    5. Jadilah manajer waktu yang kreatif.

    6. Jagalah kebugaran fisik Anda.

    7. Pakailah pendekatan ABC.

    8. Pakailah prinsip kata kerja-kata benda.

    9. Dengarkan suara hati Anda tentang bagaimana memakai waktu Anda sekarang ini.

    10. Perkuatlah diri Anda sendiri.

    Prinsip-prinsip Dasar (11-41)

    Menentukan Sasaran (42-49)

    Mengatur (50-60)

    Mengatasi Hambatan Manajemen Waktu (Penyia-nyiaan Waktu) (61-77)

    Peralatan dan Teknologi (78-88)

    Jam Kerja (89-99)

    Mendelegasikan (100-102)

    Berbelanja (103-108)

    Pemeliharaan Kantor atau Rumah  (109-112)

    Masa Liburan (113-118)

    Waktu Pribadi (119-125)

     

    BAB III

    KESIMPULAN DAN SARAN

     

              KESIMPULAN

     

    Mengatur waktu Anda dengan baik berarti mengatur hidup Anda dengan baik. Orang – orang yang mengatur waktunya dengan baik akan melakukannya dengan kreatif.               Tujuh prinsip manajemen waktu yang kreatif serta 125 Gagasan penghematan waktu sangat perlu diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari agar hidup menjadi lebih berharga.

    Karena tidak semua orang dianugerahi dengan kecemerlangan, penampilan yang baik, atau banyak uang, tetapi kita masing-masing memiliki jumlah jam yang sama dalam sehari. Banyak yang dapat dicapai dalam dua puluh empat jam tersebut, atau tidak sedikit pun yang dicapai. Tergantung kepada Anda untuk mengoptimalkan waktu tersebut.

     

              SARAN

     

    Pada era ketika setiap orang sepertinya harus melakukan segala hal dan hanya memiliki terlalu sedikit waktu, petunjuk yang cermat dan ditulis dengan baik ini akan membuat Anda berhasil menyelesaikan lebih banyak hal, dan merasa lebih nyaman saat menyelesaikannya.Bab terakhir saja (“125 Gagasan Penghematan Waktu yang Paling Utama”) sangat benar – benar bernilai bagi keseluruhannya. Penulis menyarankan pembaca untuk membaca buku ini, untuk mengendalikan waktu dalam hidup Anda.

     

  • Nov 21

     




    a.     Berdasarkan sasaran dan strategi yang telah ditetapkan, sejauh mana pengelompokan fungsi-fungsi organisasi SDM menunjang pencapaian sasaran dan strategi?


    b.     Apakah pengelolaan SDM akan menjadi lebih efisien bila sebagian kegiatan dilakukan di-shared service center/outsource?

    c.     Berapa jumlah staf yang ada?

    d.     Profil kompetensi?

    e.     Sejauh mana profil kompetensi yang ada menunjang pencapaian sasaran dan strategi SDM?

    f.        Apa yang diharapkan menjadi ukuran kinerja SDM?

    HR policies and practices

    a.     Sejauh mana kebijakan-kebijakan SDM yang ada menunjang sasaran dan strategi SDM?

    b.     Sejauh mana keterkaitan terapan kebijakan dan praktek-praktek SDM dengan hasil (HR outcomes)?

    c.     Apakah kinerja karyawan meningkat?

    d.     Absentism menurun?

    e.     Orientasi karyawan pada pelanggan meningkat?

    f.        Pendelegasian wewenang pengambilan keputusan berjalan efektif?

    HR Information Technology.

    Sejauh mana teknologi mendukung efektivitas dan efisiensi pengelolaan SDM?

    HR client /customer focus

    a.     Siapa yang menjadi client/customer (pelanggan) dari SDM?

    b.     Sejauh mana kepuasan pelanggan SDM diukur?

    c.     Sejauh mana ukuran kinerja SDM terutama yang terkait dengan aspek kepuasan pelanggan dirumuskan secara jelas?

    d.     Sejauh mana isu-isu kepuasan pelanggan dikelola?

    e.     Sejauh mana teknologi menunjang kelangsungan proses SDM dengan HR client?

    Mudah-mudahan pertanyaan-pertanyaan diatas dapat bermanfaat dalam menganalisa sejauh mana langkah-langkah untuk meningkatkan lebih jauh efektivitas manajemen SDM perusahaan diperlukan. Sebagaimana disampaikan oleh Ulrich, HR can deliver excellence in four ways:

    a.    becoming a Partner in Strategy Execution;

    b.    becoming an Administrative Expert;

    c.     becoming an Employee Champion; and,

    d.    becoming a Change Agent.

    Kesadaran, kesediaan para eksekutif perusahaan untuk melakukan investasi di SDM sebagaimana halnya investasi di bidang bisnis, ditunjang dengan apresiasi lebih terhadap nilai dan kapabilitas profesional SDM, memungkinkan suatu organisasi merealisasikan potensi dari karyawan yang dimiliki secara lebih optimal.

    Penulis adalah Managing Partner TASS Consulting, Chairman Human Capital Forum 2005-2006

     

    Sumber: Majalah HC portalhr.com

     

     

     

     

     

  • Nov 10

    Salah satu pondasi kepemimpinan adalah pengenalan diri yang berakar pada disiplin diri. Dalam hal manakah Anda bisa disiplin? Berikut saya sampaikan Proses dari Disiplin Diri
    1. Mulailah dengan diri Anda
    2. Mulailah sejak awal
    3. Mulailah dari hal kecil
    Mendisiplinkan diri membutuhkan waktu, mulailah dari hal kecil dan konsentrasikan pada hari ini. Akumulasi kedisiplinan yang pelan satu hari akan membuat perubahan besar.
    Aturlah hidup Anda
    Menerapkan apa yang telah terjadi

    1) PENGATURAN DIRI
    • Tetapkan prioritas Anda
    Ada dua hal yang sulit untuk membuat orang melakukan. Hal yang pertama adalah
    melakukan hal-hal untuk kepentingan dan yang kedua adalah melanjutkan mengerjakan
    hal-hal untuk kepentingan.
    • Tempatkan prioritas dalam kalender Anda
    Ini dapat melindungi Anda dari tekanan luar yang menuntut waktu Anda setiap hari dan membuat Anda bertanggung jawab pada orang lain.
    • Sediakan sedikit waktu untuk hal yang tak terduga
    • Kerjakan proyek satu per satu
    • Aturlah ruangan kerja Anda
    • Bekerja berdasarkan temperamen Anda
    Yakinilah untuk tidak mengizinkan kelemahan temperamen Anda memberi alasan bagi Anda untuk menghindari apa yang perlu Anda lakukan untuk bekerja dengan sangat efektif.
    • Gunakan waktu bepergian Anda untuk pekerjaan yang ringan dan pertumbuhan
    • Kembangkan sistem yang bermanfaat bagi Anda
    • Selalu memiliki rencana untuk menit-menit diantara penting
    • Berfokus pada hasil, bukan aktifitas
    Bekerjalah dimana Anda merasa kuat dalam 80 persen waktu. Bekerjalah dimana Anda sedang belajar dalam 15 persen waktu. Bekerjalah dimana Anda merasa lemah dalam 5 persen waktu.
    • Menerapkan apa yang telah saya pelajari

    2) TANGGUNG JAWAB
    • Langkah-langkah menuju tanggung jawab
    Bertanggung jawablah pada diri Anda sendiri. Bertanggung jawablah atas apa yang
    dapat Anda lakukan. Bertanggung jawab atas apa yang telah Anda terima dan
    bertanggung jawablah terhadap mereka yang Anda pimpin.
    • Menerapkan apa yang telah Anda pelajari
    Agar yakin suatu tugas akan diselesaikan, Anda harus memperhatikan tanggung jawab dan kemajuan tim Anda. Tuliskan nama setiap orang, bagian mereka dalam tugas dan tanggung jawab Anda terhadap setiap anggota tim.
    • Bertanggung Jawab
    Kesuksesan dan kekuasaan pemimpin menuntut untuk menjadi bertanggung jawab terhadap orang lain. Tabiat pembawaan manusia tidak dapat menangani kekuasaan yang tidak diuji.
    • Pemimpin dapat dengan mudah dibedakan dari pengikutnya
    Bagaimana pemimpin dapat tetap bertanggung jawab terhadap posisi dan orang-orang yang dipimpinnya? Jawabannya adalah bahwa pemimpin mengembangkan integritas.

    3) INTEGRITAS
    Ada lima cara yang dapat Anda perjuangkan untuk menunjukkan integritas pada bawaahan
    Anda :
    • Anda mengerjakan apa yang Anda ajarkan
    • Anda melakukan apa yang Anda katakan
    • Anda berlaku jujur pada orang lain
    • Anda mendahulukan apa yang terbaik bagi orang lain
    • Anda transparan dan peka

    4) MENERAPKAN APA YANG TELAH ANDA PELAJARI
    Tidak menyadari bahwa tidak mampu adalah kasta terendah dalam kepemimpinan. Paling tidak seorang dapat dipandang sebagai pemimpin bila sadar kalau tidak mampu, sehingga bertindak sebagai pembelajar. Sebagai pembelajar secara alami kita diberikan bakat namun sering tidak sara kalau kita mampu. Siklus hidup yang naik turun mengundang kebosanan sehingga meski sudah mempunyai kemampuan sering kali mau dan mampu tidak membuahkan apapun juga. Oleh karena itulah kita perlu membudayakan kesadaran dan kemauan kita sehingga menjadi karakter. Menyadari karakter dapat dilakukan dengan:
    • Bayar sekarang, bermain kemudian
    Disini Anda ditujukan untuk menyelesaikan tugas Anda terlebih dahulu. Anda dapat
    bersenang-senang.
    • Dikendalikan oleh karakter bukan dikendalikan oleh emosi
    Kesuksesan tergantung bukan pada seberapa baik Anda melakukan hal-hal yang Anda sukai, tetapi bagaimana Anda berprestasi dalam kewajiban yang tidak Anda sukai. Satu hal yang membuat perbedaan antara orangsukses dan tidak sukses bahwa orang sukses dikendalikan oleh karakter dan bukan oleh emosi.
    • Membudayakan yang telah saya saya pelajari
    Karakter yang baik lebih dipuji dibanding bakat yang luar biasa. Sebagian besar bakat adalah pemberian, sebaliknya karakter yang baik tidak diberikan pada kita. Kita harus membangunnya sedikit demi sedikit dengan pemikiran, pilihan, keberanian, dan penentuan. Ini hanya akan diwujudkan dengan mempertahankan gaya hidup yang disiplin.

    Pemimpin yang hebat akan selalu sadar atas keterbatasannya sebelum ia mencoba
    mengoreksi keterbatasan orang lain.

    Kepemimpinan – DISIPLIN PRIBADI
    Proses Untuk Menegembangkan Disiplin Pribadi
    (1) Mulailah dengan diri Anda sendiri.
    (2) Pesaing Anda.
    (3) Memulai lebih dini.
    (4) Memulai secara kecil-kecilan.
    (5) Memulai Sekarang
    (6) Mengorganisasi kehidupan Anda.

    Daftar Sepuluh Puncak untuk Organisasi Pribadi
    (1) Menempatkan prioritas Anda
    (2) Menempatkan prioritas dalam kalender Anda
    (3) Menyediakan sedikit waktu untuk hal yang tidak terduga-duga
    (4) Menerjakan prioritas utama satu demi satu
    (5) Mengorganisasi ruang kerja Anda
    (6) Bekerja menurut perangai Anda
    (7) Menggunakan waktu menyetir Anda untk pekerjaan ringan dan pertumbuhan
    (8) Mengembangkan system yang bekerja bagi Anda
    (9) Selaluu punya rencana untuk menit-menit di antara pertemuan
    (10) Berfokuslah pada hasil bukan pada kegiatan.

    Setelah itu “SELAMAT DATANG TANGUNG JAWAB” Langkah-Langkah Menuju Tanggung Jawab …. tunggu artikel berikutnya.

  • Nov 8

    Sadana is holding his master of science in Administration and Human Resources Development from University of Indonesia and bachelor (doctorandus) from Gadjah Mada University. Now he is the Quality Assurance Analyst at Asian Banking Finance Informatics Institute (ABFII) PERBANAS, Director of Center for Human Resources Organization and Management Studies (cHRome Development), and Lecturer for Magister Management in Perbanas Business School. He is interested in some other areas: Leadership, Management, Organization, People Management & Information Technology.

 

February 2010
M T W T F S S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Archives

Page Rank

Blog Bookmark

oggix.com : <a href=http://oggix.com> Free Shoutbox & Complete Blog Tools</a>

COMMENTS

Silakan Nulis


ShoutMix chat widget

beranda

RSS ABFI Institute Perbanas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Curtin-jurnal SDM

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

MANAGE ur TIME

Trik & Tips Blogging

EVERGREEN

RSS portalHR

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
Apakah Anda mendukung Facebook untuk kegiatan akademik?




View Results
Web Poll from Free Website Polls
free counters